Loading...

Monday, 7 May 2012


AGEING
Proses menua

Penuaan adalah konsekuensi yang tidak dapat dihindarkan. Menua (menjadi tua) adalah suatu proses menghilangnya secara perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk memeperbaiki diri/mengganti dan mempertahankan fungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki kerusakan yang diderita (Constantindes, 1994)
Proses menua bukan merupakan suatu penyakit, melainkan suatu masa atau tahap hidup manusia, yaitu; bayi, kanak-kanak, dewasa, tua, dan lanjut usia. Orang mati bukan karena lanjut usia tetapi karena suatu penyakit, atau juga suatu kecacatan.
Akan tetapi proses menua dapat menyebabkan berkurangnya daya tahan tubuh dalam nenghadapi rangsangan dari dalam maupun luar tubuh. Walaupun demikian, memang harus diakui bahwa ada berbagai penyakit yang sering menghinggapi kaum lanjut usia.
Proses menua sudah mulai berlangsung sejak seseorang mencapai usia dewasa. Misalnya dengan terjadinya kehilangan jaringan pada otot, susunan saraf, dan jaringan lain sehingga tubuh mati sedikit demi sedikit.
Sebenarnya tidak ada batas yang tegas, pada usia berapa penampilan seseorang mulai menurun. Pada setiap orang, fungsi fisiologis alat tubuhnya sangat berbeda, baik dalam hal pencapain puncak maupun menurunnya
TEORI-TEORI PROSES MENUA
  1. TEORI BIOLOGI
    1. TEORI SELULER
Kemampuan sel hanya dapat membelah dalam jumlah tertentu dan kebanyakan sel-sel tubuh “diprogram” untuk membelah 50 kali. Jika sebuah sel pada lansia dilepas dari tubuh dan dibiakkan di laboratorium, lalu diobservasi, jumlah sel-sel yang akan membelah, jumlah sel yang akan membelah akan terlihat sedikit. (Spence & Masson dalam Waton, 1992). Hal ini akan memberikan beberapa pengertian terhadap proses penuaan biologis dan menunjukkan bahwa pembelahan sel lebih lanjut mungkin terjadi untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan, sesuai dengan berkurangnya umur.
Pada beberapa sistem, seperti sistem saraf, sistem muskuloskeletal dan jantung, sel pada jaringan dan organ dalam sistem itu tidak dapat diganti jika sel tersebut dibuang karena rusak atau mati. Oleh karena itu, sistem tersebut beresiko mengalami proses penuaan dan mempunyai kemampuan yang sedikit atau tidak sama sekali untuk tumbuh dan memperbaiki diri. Ternyata sepanjang kehidupan ini, sel pada sistem ditubuh kita cenderung mangalami kerusakan dan akhirnya sel akan mati, dengan konsekuensi yang buruk karena sistem sel tidak dapat diganti.
  1.  
    1. TEORI “GENETIK CLOCK”
Menurut teori ini menua telah diprogram secara genetik untuk species-species tertentu. Tiap species mempunyai didalam nuclei (inti selnya) suatu jam genetik yang telah diputar menurut suatu replikasi tertentu. Jam ini akan menghitung mitosis dan menghentikan replikasi sel bila tidak berputar, jadi menurut konsep ini bila jam kita berhenti kita akan meninggal dunia, meskipun tanpa disertai kecelakaan lingkungan atau penyakit akhir yang katastrofal.
Konsep genetik clock didukung oleh kenyataan bahwa ini merupakan cara menerangkan mengapa pada beberapa species terlihat adanya perbedaan harapan hidup yang nyata. (misalnya manusia; 116 tahun, beruang; 47 tahun, kucing 40 tahun, anjing 27 tahun, sapi 20 tahun)
Secara teoritis dapat dimungkinkan memutar jam ini lagi meski hanya untuk beberapa waktu dengan pangaruh-pengaruh dari luar, berupa peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit atau tindakan-tindakan tertentu.
Usia harapan hidup tertinggi di dunia terdapat dijepang yaitu pria76 tahun dan wanita 82 tahun (WHO, 1995)
Pengontrolan genetik umur rupanya dikontrol dalam tingkat seluler, mengenai hal ini Hayflck (1980) melakukan penelitian melalaui kultur sel ini vitro yang menunjukkan bahwa ada hubungan antara kamampuan membelah sel dalam kultur dengan umur spesies.
Untuk membuktikan apakan yang mengontrol replikasi tersebut nukleus atau sitoplasma, maka dilakukan trasplantasi silang dari nukleus.
Dari hasil penelitian tersebut jelas bahwa nukleuslah yang menentukan jumla replikasi, kemudian menua, dan mati, bukan sitoplasmanya (Suhana, 1994)
  1.  
    1. SINTESIS PROTEIN (kolagen dan elastin)
Jaringan seperti kulit dan kartilago kehilangan elastisitasnya pada lansia. Proses kehilangan elastisitas ini dihubungkan dengan adanya perubahan kimia pada komponen perotein dalam jaringan tersebut. Pada lansia beberapa protein (kolagen dan kartilago, dan elastin pada kulit) dibuat oleh tubuh dengan bentuk dan struktrur yang berbeda dari protein yang lebih muda. Contohnya banyak kolagen pada kartilago dan elastin pada klulit yang kehilangan fleksibilitasnya serta menjadi lebih tebal, seiring dengan bertambahnya usia. (Tortora & anagnostakos, 1990) hal ini dapat lebih mudah dihubungkan dengan perubahan permukaan kulit yang kehilangan elastisitasnya dan cenderung berkerut, juga terjadinya penurunan mobilitas dan kecepatan pada sistem muskuloskeletal.
  1.  
    1. KERACUNAN OKSIGEN
Teori tentang adanya sejumlah penurunan kemampuan sel didalam tubuh untuk mempertahankan diri dari oksigen yang mengandung zat racun dengan kadar yang tinggi, tanpa mekanisme pertahan diri tertentu.
Ketidak mampuan mempertahankan diri dari toksik tersebut membuat struktur membran sel mangalami perubahan dari rigid, serta terjadi kesalahan genetik. (Tortora & anagnostakos, 1990)
Membran sel tersebut merupakan alat untuk memfasilitasi sel dalam berkomunikasi dengan lingkungannya yang juga mengontrol proses pengambilan nutrien dengan proses ekskresi zat toksik didalam tubuh. Fungsi komponen protein pada membran sel yang sangat penting bagi proses diatas, dipengaruhi oleh rigiditas membran tersebut. Konsekuensi dari kesalahan genetik adalah adanya penurunan reproduksi sel oleh mitosis yang mengakibatkan jumlah sel anak di semua jaringan dan organ berkurang. Hal ini akan menyebabkan peningkatan kerusakan sistem tubuh.
  1.  
    1. SISTEM IMUN
Kemampuan sistem imun mengalami kemunduran pada masa penuaan. Walaupun demikian, kemunduran kamampuan sistem yang terdiri dari sistem limfatik dan khususnya sel darah putih, juga merupakan faktor yang berkontribusi dalam proses penuaan.
Mutasi yang berulang atau perubahan protein pasca translasi, dapat menyebabkan berkurangnya kamampuan sistem imun tubuh mengenali dirinya sendiri (self recognition). Jika mutasi somatik menyebabkan terjadinya kelainan pada antigen permukaan sel, maka hal ini akan dapat menyebabkan sistem imun tubuh menganggap sel yang megalami perubahan tersebut sebagi sel asing dan menghancurkannya. Perubahan inilah yang menjadi dasar terjadinya peristiwa autoimun (Goldstein, 1989)
Hasilnya dapat pula berupa reaksi antigen antibody yang luas mengenai jaringan-jaringan beraneka ragam, efek menua jadi akan menyebabkan reaksi histoinkomtabilitas pada banyak jaringan.
Salah satu bukti yang ditemukan ialah bertambahnya prevalensi auto antibodi bermacam-macam pada orang lanjut usia (Brocklehurst, 1987)
Disisi lain sistem imun tubuh sendiri daya pertahanannya mengalami penurunan pada proses menua, daya serangnya terhadap sel kanker menjadi menurun, sehingga sel kanker leluasa membelah-belah. Inilah yang menyebabkan kanker yang meningkat sesuai dengan meningkatnya umur (Suhana, 1994)

Teori atau kombinasi teori apapun untuk penuaan biologis dan hasil akhir penuaan, dalam pengertian biologis yang murni adalah benar. Terdapat perubahan yang progresif dalam kemampuan tubuh untuk merespons secara adaptif (homeostatis), untuk beradaptasi terhadap stres biologis. Macam-macam stres dapat mencakup dehidrasi, hipotermi, dan proses penyakit. (kronik dan akut)

  1. TEORI PSIKOLOGIS
    1. TEORI PELEPASAN
Teori pelepasan memberikan pandangan bahwa penyesuaian diri lansia merupakan suatu proses yang secara berangsur-angsur sengaja dilakukan oleh mereka, untuk melepaskan diri dari masyarakat.
  1.  
    1. TEORI AKTIVITAS
Teori aktivitas berpandangan bahwa walaupun lansia pasti terbebas dari aktivitas, tetapi mereka secara bertahap mengisi waktu luangnya dengan melakukan aktivitas lain sebagai kompensasi dan penyusuauian.

ASPEK PSIKOLOGIS AKIBAT LANJUT USIA
Aspek psikologis pada lansia tidak dapat berlangsung tampak. Salah satu pengertian yang umum tentang lansia adalah bahwa mereka mempunyai kemampuan memori dan kecerdasan mental yang kurang.
Penelitian tentang kemampuan aspek kognitif dan kemampuan memori pada lansia dalam kelompok dan kemampuan mereka untuk memcahkan masalah, ternyata tidak mendukung gambaran diatas. Adalah benar bahwa banyak lansia mempunyai cara berbeda dalam memecahkan masalah, bahkan mereka dapat melakukannya dengan baik walaupun kondisinya menurun. Akan tetapi, juga terdapat bukti bahwa lansia mengalami kemunduran mental yang substansil atau luas.
KEPERIBADIAN, INTELEGENSIA, DAN SIKAP
Meskipon sulit untuk mendefenisikan dan mengukur keperibadian, namun upaya ini tetap dilakukan untuk mengubah sedikit pemikiran tentang lansia. Walaupun mengalami kontroversi, tes intelegensia dengan jelas memperlihatkan adanya penurunan kecerdasan pada lansia (Cockburn & Smith, 1991). Hal ini tidak diungkapkan secara signifikan dan bahkan mungkin tidak berpengaruh secara nyata terhadap kehidupan lansia. Sikapnya tentu berbeda dengan sering bertentangan dengan sikap generasi yang lebih muda. Semua kelompok lansia sering kali mempertahankan sikap yang kuat, sehingga sikapnya lebih stabil dan sedikit sulit untuk berubah. Satu hal pada lansia yang diketahui sedikit berbeda dari orang yang lebih muda yaitu sikap mereka terhadap kematian. Hal ini menunjukkan bahwa lansia cenderung tidak terlalu takut terhadap konsep dan realitas kematian. Hal ini mungkin merupakan suatu gambaran adaptif pada penuaan.

BATASAN LANJUT USIA
Beberapa pendapat mengenai batasan umur lansia.
MENURUT ORGANISASI KESEHATAN DUNIA
Lanjut usia meliputi:
  • Usia pertengahan (middle age), ialah kelompok usia 45 sampai 59 tahun.
  • Lanjut usia (elderly) = antara 60 dan 74 tahun
  • Lanjut usia tua (old) = antara 75 dan 90 tahun
  • Usia sangat tua (very old) = diatas 90 tahun
MENURUT Prof. Dr. Ny. SUMIATI AHMAD MOHAMMAD
Membagi periodisasi biologis perkembangan manusia sebagai berikut:
  • 0-1 tahun = masa bayi
  • 1-6 tahun = masa prasekolah
  • 6-10 tahun = masa sekolah
  • 10-20 tahun = masa pubertas
  • 40-65 tahun = masa setengah umur (prasenium)
  • 65 tahun keatas = masa lanjut usia ( senium)
MENURUT Dra. Ny. JOS MASDANI (psikolog UI)
Lanut usia merupakan kelanjutan dari usia dewasa. Kedewasaan dapat dibagi menjadi empat bagian
  • Fase iuventus, antara 25 sampai 40 tahun
  • Fase vertilitas, antara 40 sampai 50 tahun
  • Fase prasenium, antara 55 sampai 65 tahun
  • Fase senium, 65 tahun hingga tutup usia
MENURUT Prof. Dr. KOESMANTO SETYONEGORO
Pengelompokan lanjut usia sebagai berikut;
  • Usia dewasa muda (elderly adulhood), 18 atau 29-25 tahun.
  • Usia dewasa penuh (middle years) atau maturitas, 25-60 tahun atau 65 tahun
  • Lanjut usia (geriatric age) lebih dari 65 tahun atau 70 tahun
    • 70-75 tahun (yaoung old)
    • 75-80 tahun (old)
    • Lebih dari 80 (very old)
MENURUT UU No. 4 Tahun 1965
Dalam pasal 1 dinyatakan sebagai berikut: seorang dapat dikatakan sebagai jompo atau lanjut usia setelah yang bersangkutan mencapai umur 55 tahun, tidak mempunyai atau tidak berdaya mencari nafkah sendiri untuk keperluan hidupnya sehari-hari dan menerima nafkah dari orang lain
(sekarang tidak relevan lagi)
MENURUT UU No. 13/Th.1998 tentang kesejahteraan lanjut usia yang berbunyi sebagai berikut;
BAB 1 Pasal 1 Ayat 2 yang berbunyi:
Lanjut usia adalah seseorang yang mencapai usia 60 (enam puluh) tahun keatas.
Birren and Jenner (1997) membedakan usia menjadi tiga;
  • Usia biologis;
Yang menunjuk kepada jangka waktu seseorang sejak lahirnya berada dalam keadaan hidup dan mati
  • Usia psikologis
Yang menunjuk pada kemampuan seseorang untuk mengadakan penyesuaian-penyesuaian kepada situasi yang dihadapinya.
  • Usia sosial
Yang menunjuk kepada peran-peran yang diharapkan atau diberikan masyarakat kepada seseorang sebungan dengan usianya.


PERUBAHAN-PERUBAHAN YANG TERJADI PADA LANJUT USIA
Perubahan-perubahan fisik
  1. Sel
    1. Lebih sedikit jumlahnya
    2. Lebih besar ukurannya
    3. Berkurangnya jumlah cairan tubuh dan berkurangnya cairan intraseluler
    4. Menurunnya proporsi protein di otak, otot, darah, dan hati.
    5. Jumlah sel otak menurun.
    6. Terganggunya mekanisme perbaikan sel
    7. Otak menjadi atrofi, beratnya berkurang 5-10%
  2. Sistem persarafan
    1. Berat otak menurun 10-20% (setiap orang berkurang sel otaknya dalam setiap harinya)
    2. Cepatnyan menurun hubungan persarafan
    3. Lambat dalam respon dan waktu untuk bereaksi, khususnya dengan stres.
    4. Mengecilnya saraf panca indra. Berkurangnya penglihatan, hilangnya pendengaran, mengecilnya saraf pencium dan perasa, lebih sensitif terhadap perubahan suhu dengan rendahnya dengan ketahanan terhadap dingin.
    5. Kurang sensitif terhadap sentuhan
  3. Sistem pendengaran
    1. Presbiakusis (gangguan pada pendengaran). Hilangnya kemampuan (daya) pendengaran pada telinga dalam, terutama terhadap bunyi suara atau nada-nada yang tinggi, suara yang tidak jelas, sulit dimengerti kata-kata, 50% terjadi pada usia diatas 60 tahun
    2. Membran timpani menjadi atrofi menyebabkan otosklerosis.
    3. Terjadi pengumpulan serumen dapat mengeras karena menginkatnya keratin.
    4. Pendengaran bertambah menurun pada lanjut usia yang mengalami ketegangan jiwa/stres.
  4. Sistem penglihatan
    1. Sfingter pupil timbul skelerosis dan hilangnya tespon terhadap sinar.
    2. Kornea lebih berbentuk sferis (bola)
    3. Lensa lebih suram (kekeruhan pada lensa) menjadi katarak, jelas menyebabkan gangguan penglihatan.
    4. Meningkatnya ambang, pengamatan sinar, daya adaptasi terhadap kegelapan lebih lambat, dan susah melihat dalam cahaya gelap
    5. Hilangny daya akomodasi
    6. Menurunnya lapangan pandang; berkurang luas pandangannya.
    7. Berkurangnya daya membedakan warna biru atau hijau pada skala.
  5. Sistem kardiovaskuler
    1. Elastisitas dinding aorta menurun
    2. Katup jantung menebal dan menjadi kaku
    3. Kemampuan jantung untuk memompa menurun 1% setiap tahun sesudah berumut 20 tahun, hal ini menyebabkan menurunnya kontraksi dan volumenya.
    4. Kehilangan elatisitas pembuluh darah; kurang efektifitas pembuluh darah perifer untuk oksigenisasi, perubahan posisi dari tidur ke duduk (duduk ke berdiri) bisa menyebabkan tekanan darah menurun menjadi 65 mmHg (menyebabkan pusing mendadak)
    5. Tekanan darah meninggi diakibatkan oleh meningkatnya resistensi dari pembuluh darah perifer; sistolis normal 170 mmHg, diastolis normal 90 mmHg.
  6. Sistem pengtaturan temperatur tubuh
Pada sistem pengaturan suhu, hipotalamus dianggap bekerja sebagai suatu termostat, yaitu menetapkan suatu suhu tertntu, kemunduran terjadi sebagai faktor yang mempengaruhinya. Yang sering ditemui antara lain;
  1.  
    1. Temperatur tubuh menurun (hipotermia) secara fisiologik ± 35o ini akibat metabolisme yang menurun
    2. Keterbatasan refleks menggigil dan tidak dapat memproduksi panas yang banyak sehingga terjadi rendahnya aktivitas otot.
  2. Sistem respirasi
    1. Otot-otot pernapasan kehilangan kekuatan dan menjadi kaku
    2. Menurunnya aktivitas dari silia
    3. Paru-paru kehilangan aktivitas; kapasitas residu meningkat, menarik nafas menjadi berat, kapasitas pernafasan maksimum menurun, dan kedalaman bernafas menurun
    4. Alveoli ukurannya melebar dari biasa dan jumlahnya berkurang
    5. O2 pada arteri menurun menjadi 75 mmHg.
    6. CO2 pada arteri tidak berganti
    7. Kemampuan untuk batuk berkurang
    8. Kemampuan pegas, dinding, dada, dan kekuatan otot pernapasan akan menurun seiring degan bertambahnya usia.
  3. Sistem gastrointestinal
    1. Kehilangan gigi; penyebab utama adalah Periodental disease yang bisa terjadi setelah umur 30 tahun, penyebab lain meliputi kesehatan gigi yang buruk dan gizi yang buruk.
    2. Indera pengecap menurun; adanya iritasi yang kronis, dari selaput lendir, atropi indera pengecap (±80%), hilangnya sensitifitas dari saraf pengecap di lidah terutama rasa tentang rasa asin, asam, dan pahit.
    3. Eofagus melebar
    4. Lambung, rasa lapar menurun (sensitifitas lapar menurun), asam labung menurun, waktu mengosongkan menurun.
    5. Peristaltik lemah dan biasanya timbul konstipasi
    6. Fungsi absobsi melemah (daya absobsi terganggu)
    7. Liver (hati) makin mengecil dan menurunnya tempat penyimpanan, berkurangnya aliran darah.
  4. Sistem reproduksi
    1. Menciutnya ovari dan uterus
    2. Atrofi payudara
    3. Pada laku-laki testis masih dapat memproduksi spermatosoa, meskipun adanya penurunan secara beransur-ansur
    4. Dorongan seksual menetap sampai usia diatas 70 tahun (asal kondisi keksehatan baik), yaitu;
      • Kehidupan seksual dapat diupayakan sampai masa lanjut usia
      • Hubungan seksual secara teratur membantu mempertahankan kemampuan seksual
      • Tidak perlu cemas karena merupakan perubahan alami
    5. Selaput lendir vagina menurun, permukaan menjadi halus, sekresi menjadi berkurang, reaksi sifatnya menjadi alkali, dan terjadi perubahan-perubahan warna.
  5. Sistem genito urinaria
    1. Ginjal, merupaan alat untuk mengeluarkan sisa metabolisme tubuh, melalui urine darah yang masuk ke ginjal, disaring oleh satuan unit terkecil dari ginjal yang disebut nefron (tepatnya di glumerulus, kemudia mengecil dan nefron menjadi atrofi. Aliran darah ke ginjal menurun sampai 50%. Fungsi tubulus berkurang akibatnya; kurang kemapuan mengkonsentrasi urine, berat jenis urine menurun, proten uria.
    2. Vesika urinaria (kandung kemih); otot-ototnya menjadi lemah, kapasitasnya menurun sampai 200ml atau menyebabkan frekuensi buang air kecil meningkat. Vesika urinari susah dikosongkan sehingga meningkatkan retensi urine.
    3. Pembesaran prostat kurang lebih 75% dialami oleh pria usia di atas 65 tahun
    4. Atrofi vulva
  6. Sistem endokrin
    1. Produksi hampir semua hormon menurun
    2. Fungsi paratiroid dan sekresinya tidak berubah
    3. Pituitari; hormon pertumbuhan ada tetapi lebih rendah tetapi rendah dan hanya dalam pembuluh darah, berkurangnya produksi dari ACTH, TSH, FSH, LH.
    4. Menurunnya aktifitas tiroid, BMR menurun.
  7. Sistem kulit
    1. Kulit mengerut atau keriput akibat kahilangan jaringan lemak
    2. Kulit kasar dan bersisik,
    3. Mekanisme proteksi kulit menurun
      • Produksi serum menurun
      • Gangguan pigmentasi kulit
    4. Kulit kepala dan rambut menipis
    5. Kelenjar keringat berkurang jumlahnya
  8. Sistem muskuloskeletal
    1. Tulang kehilangan density (cairan) dan makin rapuh
    2. Kifosis
    3. Discus intervertebralis menipis dan menjadi pendek
    4. Persendian membesar dan menjadi pendek
    5. Tendon mengerut dan mengalami skelrosis
  9. Perubahan mental
    1. Faktor yang mempengaruhi perubahan mental
      • Perubahan fisik, organ perasa
      • Kesehatan umum
      • Tingkat pendidikan
      • Keturunan
      • Lingkungan
    2. Momory: jangka panjang (*berhari-hari yang lalu) mencakup beberapa perubahan. Kenangan jangka pendek (0-10 menit) kenangan buruk
    3. Intelegency; tidak berubah dengan informasi matematik dan perkataan verbal.
    4. Berkurangnya keterampilan psikomotor.
  10. Perubahan psikososial

Tuesday, 1 May 2012

CERITA TIMUN MAS


Act 1
Narrator : Once upon a time, in a place deep inside the forest, there were a green giant named Buto Ijo and a sacred hermit. They were best friends since toddlers. One day, the hermit came to the grotto to see his best friend.
Hermit   : Is anyone inside? [Walks inside the grotto]
Buto Ijo : I’m here.
Hermit   : There you are my best friend, what are you doing?
Buto Ijo : Eating. Isn’t it obvious?
Hermit   : Oh… I see. What are you eating?
Buto Ijo : [No response, just continue eating]
Hermit   : You’re so annoying! Can I have some?
Buto Ijo : [Turns his body away, not willing to share his foods with the hermit]
Hermit   : [Angry] As usual, you never share me your foods though I always shared mine to you! You stingy giant! I loathe you!
Buto Ijo : As if I care! [Continue eating]
Hermit   : Someday your greed will get its return! Don’t regret it! I’m leaving! [Gets out of the grotto with anger]

Act 2
Narrator : One day, there was pleasant couple. They lived in a village near the forest. They lived happily. Unfortunately, they didn’t have any children yet. Everyday they prayed to God for a child.
Mother   : Oh God… please give us a child. I promise I will always protect my child. Please answer our prayer. Thank you God.
Narrator : The green giant, Buto Ijo, coincidentally passed by the couple’s house. He heard what they were praying for.
Buto Ijo : Whoa…ha…ha…ha! I heard that!
Mother   : [gasps] Oh my God! W-Who are you?
Buto Ijo : I’m Buto Ijo.
Father    : [comes toward his wife] What’s with the noise? Who is that, honey?
Mother   : Oh my husband, Buto Ijo is in front of our house. I’m scared. He will kill both of us!
Buto Ijo : Whoa…ha…ha…ha… I’m not going to kill you. But I will fulfill your request to have a child.
Father    : You are just joking, aren’t you?
Buto Ijo : No…No… I’m serious, yes, I’m really serious. If you don’t believe me it doesn’t matter.
Mother   : All right… All right. My husband, let’s see what he can do to help us.
Buto Ijo : [Gives the seeds] Look, here are some cucumber seeds. Plant these seeds, then you’ll get a daughter.
Father    : Do you mean it? It’s so easy.
Buto Ijo : Yes, I mean it. But remember, on her seventeenth birthday, I’ll come back to take the girl.
Mother   : Oh, husband… please I want a child! Let’s try his offer!
Father    : But… Oh well, if you insist, I’ll take his offer.
Mother   : [Bows down] Oh, thank you, husband! Thank you a lot, Buto Ijo!
Buto Ijo : Whoa…ha…ha…ha. See you again seventeen years from now, humans. And remember your promise. [Go away]

Act 3
Narrator : The next day, the couple planted the seeds. Months later, a golden cucumber grew in the yard. The cucumber was getting bigger and bigger each day.
Mother   : Look! Look! The cucumber grew very big! It’s so fantastic!
Father    : Yeah, you right. What a very big one.
Mother   : It’s ripe already. Does it work? How can this big thing give us a daughter?
Father    : I don’t know. Don’t ask me.
Mother   : I think it’s time for us to open it up. I wonder what makes it’s so big. Don’t you think so?
Father    : Yes. Let’s cut it into two.
Narrator :Carefully, they cut the cucumber into two. To their surprise, they found a beautiful baby girl inside the cucumber. How joyful they were.
Mother   : [gasps] Oh my goodness! There is a baby girl inside this cucumber! Is it for real? Or am I dreaming?
Father    : Yes it is. You want me to pinch you to prove it?
Mother   : Err… No thanks. [Holds the baby out] This baby is so cute! God, thank you so much! Thank you so much!
Father    : What will we name her?
Mother   : I think I will name her Timun Mas, husband. Because she came from the cucumber and she is cute. That name really suits her, isn’t it?
Father    : I agree with you.

Act 4
Narrator : Years passed by and Timun Mas grew into a lovely girl. Her parents were very proud of her but their hearts hurt so badly when they remembered their promise to Buto Ijo. The couple then remembered that there was a sacred hermit living inside the forest. So they went there for the help.
Mother   : [Knocking the door] Excuse us.
Hermit   : [Comes toward the door and opens it] May I ask who you both are?
Mother   : My name is Sarni. This is my husband. We both are farmers living in the village near the forest.
Hermit   : What do you want from me?
Father    : We need your help.
Hermit   : Okay, please come in. Tell me the whole story.
Narrator : The couple told the hermit about their wish and how Buto Ijo fulfilled it. And also the promise they made with the Giant. The hermit listened to them carefully as him nodded for the umpteenth time, until the couple finished their story.
Hermit   : As expected, Buto Ijo did horrible thing as he wished. His greed explained everything. We need to do something.
Mother   : Please, good Hermit, help us. Don’t let Buto Ijo take one dearest daughter. She’s been with us for seventeenth years.
Father    : My wife is right, good hermit. What shall we do?
Hermit   : Please be still and stop crying. Look, here is the bundle. There are four things and messages inside. They will help Timun Mas run away from the giant.
Father    : [Takes the bundle] Are you sure they will work?
Hermit   : Believe me, it will. Buto Ijo must be punished for his action.
Mother   : Thank you very much, good hermit!

Act 5
Narrator : It so happened that one day on Timun Mas’s seventeenth birthday, Buto Ijo came for the couple’s promise.
Buto Ijo : Whoa…ha…ha... Hey, peasant, where is your lovely daughter? I come here to pick her up. Remember the promise you said to me!
Father    : Please be patient, Buto Ijo. Timun Mas, my daughter, is playing in the field.
Buto Ijo : What a shit! I know you’re lying! But never mind, I’ll find her by myself! [Turns away to find Timun Mas]
Father    : I’m glad he’s gone. Timun Mas, come here, child.
TimunMas  : Yes, daddy, I’m coming. Who’s that?
Mother   : He is Buto Ijo, the green giant. For some reason, he’s looking for you. I’m sure he’ll come back here soon.
TimunMas  : Oh my God, what’ll he do to me?
Father    : Listen to me, Timun Mas, all you have to do is run away from him. [Gives the bundle to Timun Mas] Take this bundle with you. It contains chili seeds, salt, cucumber seeds, and shrimp paste.
TimunMas: What should I do with these?
Father    : Throw each of them when the giant gets closer to you. These will help you get away from the giant.
TimunMas  : What about you, mom and dad?
Mother   : Don’t worry about us. Oh my God, the giant is coming! Now, run, Timun Mas! Run as fast as you can! Please be careful!
TimunMas  : Thank you, mom and dad! You too please take care of yourselves! [Runs away]

Act 6
Narrator : After that, the giant chased Timun Mas and he was getting closer and closer. Timun Mas then took a handful of salt from the bundle. She spread out the salt and magically a wide sea appeared between them.
TimunMas  : Take that you evil giant!
Buto Ijo : [Smirks] Ho…ho…ho. You think you can run away from me! No way in hell! Whoa…ha…ha…ha. C’mon I’ll get you! [Swims through the sea]
TimunMas  : Oh my God! How did he do that?? I don’t know he can swim!
Buto Ijo : Wait for me, you little girl!
TimunMas  : Oh no! He’s getting closer to me. There’s no other choice! Take this, giant!
Narrator : And then she took the chili seeds and threw them at the giant. Suddenly the seeds grew into some trees and trapped him. The next thing he knew, the trees grew some thorns as sharp as a knife.
Buto Ijo : Ouch…Ouch! How the hell these trees grew into thorns?? It hurts badly!
TimunMas  : Take that one too, evil creature!
Buto Ijo : So, you want to play with me huh? You’ll regret it when you lose!
TimunMas  : Oh no! He is still chasing me! I must run faster!
Narrator : Once again, the giant almost caught Timun Mas. So, Timun Mas took the cucumber seeds and threw them onto the ground.
Buto Ijo : What now? What’s this? Cucumbers are everywhere! They look delicious! I guess it’s better for me to have appetizers first.
TimunMas  : Hosh…Hosh…Oh I’m out of breath. But the giant was eating the cucumbers. This is my chance to run away!
Buto Ijo : [Yawns] Whoaaah…I’m very sleppy. I want to sleep first. After that I’ll find Timun Mas. Wait for me girl, I’ll come and make you my dinner tonight!
Narrator : Timun Mas kept on running as fast as she could. But soon she was very tired herself. And things were getting worse as the giant had woken up.
Buto Ijo : Whoaaah…I’m fresh again! Hey, Timun Mas, you can’t run away from me. I’ll get you! Hohoho…
TimunMas  : Oh, God, he has woken up! What shall I do, God? Please help me!
Buto Ijo : So, you want to play hide and seek, don’t you? Where are you? C’mon, c’mon little girl… come to your papa!
TimunMas  : God! Please help me!!
Buto Ijo : There you are, little girl! One more step and I’ll catch you!
TimusMas  : This is my last hope! [Throws something] Take that, Buto Ijo!
Narrator : Desperately she then threw her last weapon, the shrimp paste. Magically, the paste turned into a big swamp.
Buto Ijo : Oh, no, what’s this? It’s so sticky and smells fishy! Timun Mas…! I swear I will swallow you as soon as I catch you!
Narrator : The giant fell into the swamp but his hands almost reached Timun Mas. Suddenly the swamp pulled him to the bottom and his hands lost her.
TimunMas  : Finally I’m free!
Buto Ijo : Oh, no… help! Help me! Someone help me!
TimunMas  : No one will help you, giant, because you’re a bad person.
Buto Ijo : Please help me…!! I swear I won’t do something bad again! Promise me!
Hermit   : [comes out of the blue] Are you sure about your words?
Buto Ijo : Arggh… Hermit! Finally you come! Please help me!
TimunMas  : [shocks] Who are you?
Hermit   : [Turns his face  to Timun Mas] Ah, am I scared you? Let me introduce myself. I am a hermit. So just call me hermit. You don’t need to know my real name. And this giant is my best friend.
Buto Ijo : Yes, I am his best friend! Please get me out of here!
Hermit   : [Turns back to Buto Ijo] I will help you out if you promise you won’t do bad things again and stop being a greedy person.
Buto Ijo : Yes, I promise! I promise I will be a good person! You can count on me!
Narrator : Finally, the good hermit helped Buto Ijo, his best friend. As soon as the giant got out of the swamp, it was disappear. Then the giant apologized to Timun Mas as well as to the hermit. Fortunately they both forgave him. From then on, Buto Ijo lived as a good giant and always helped the peasants with their fields. As for Timun Mas, she lived happily with her parents with no fear anymore.

-The End-



Caracter:
Timun Mas dan Hermit dapat di Perankan oleh 1 orang
     1. Buto Ijo
2.     Timun Mas
3.     Hermit
4.     Mother
5.     Father
6.     Narrator  (pembaca)

ACT 1
Narator: Pada suatu hari, di tempat yang jauh di dalam hutan, ada raksasa hijau bernama Buto Ijo dan pertapa suci. Mereka bersahabat sejak balita. Suatu hari, pertapa datang ke gua untuk melihat sahabatnya.
Pertapa: Apakah di dalam siapa pun? [
berjalan di dalam gua]
Buto Ijo: aku di sini.
Pertapa: Ada kamu adalah teman terbaik saya, apa yang kamu lakukan?
Buto Ijo: Makan. Bukankah sudah jelas?
Pertapa: Oh ... saya lihat. Apa yang Anda makan?
Buto Ijo: [respon Tidak
ada, hanya terus makan]
Pertapa: Kau begitu menyebalkan! Saya mau?
Buto Ijo: [Ternyata tubuhnya menjauh, tidak mau berbagi makanan dengan para pertapa]
Pertapa: [Marah] Seperti biasa, Anda tidak pernah berbagi saya makanan Anda meskipun saya selalu bersama saya kepada Anda! Anda raksasa pelit! Aku benci kamu!
Buto Ijo: Seperti Aku tidak peduli! [
melanjutkan makan]
Pertapa: Suatu hari keserakahan Anda akan mendapatkan pengembalian! Jangan menyesal! Aku pergi! [Mendapatkan keluar dari gua dengan kemarahan]

Act 2
Narator: Suatu hari, ada beberapa menyenangkan. Mereka tinggal di sebuah desa dekat hutan. Mereka hidup bahagia. Sayangnya, mereka tidak punya anak belum. Setiap hari mereka berdoa kepada Tuhan untuk seorang anak.
Ibu: Ya Tuhan ... tolong memberi kita anak. Aku berjanji akan selalu melindungi anak saya. Jawablah doa kita. Terima kasih Tuhan.
Narator: Raksasa hijau, Buto Ijo, kebetulan melewati rumah pasangan itu. Dia mendengar apa yang mereka doakan.
Buto Ijo: Wah ... ha ... ha ... ha! Aku dengar itu!
Ibu: [terengah] Ya Tuhan! W-Siapa kau?
Buto Ijo: Saya Buto Ijo.
Ayah: [datang ke arah istrinya] Apa dengan kebisingan? Siapa itu, Sayang?
Ibu: Oh suamiku, Buto Ijo ada di depan rumah kami. Aku takut. Dia akan membunuh kita berdua!
Buto Ijo: Wah ... ha ... ha ... ha ... Aku tidak akan membunuhmu. Tapi aku akan memenuhi permintaan Anda untuk memiliki anak.
Ayah: Anda hanya bercanda, bukan?
Buto Ijo: Tidak ... Tidak ... Aku serius, ya, aku benar-benar serius. Jika Anda tidak percaya saya itu tidak masalah.
Ibu: Baiklah ... Baiklah. Suami saya, mari kita lihat apa yang bisa dilakukannya untuk membantu kami.
Buto Ijo: [Memberi benih] Lihat, di sini adalah beberapa biji mentimun. Tanamlah biji ini, maka Anda akan mendapatkan anak perempuan.
Ayah: Apakah yang Anda maksud itu? Ini sangat mudah.
Buto Ijo: Ya, aku serius. Tapi ingat, pada hari ulang tahun ketujuh belas, aku akan kembali untuk mengambil gadis itu.
Ibu: Oh, suami ... silahkan saya ingin anak-anak! Mari kita coba tawarannya!
Ayah: Tapi ... Oh well, jika Anda bersikeras, aku akan mengambil tawarannya.
Ibu: [Busur bawah] Oh, terima kasih, suami! Terima kasih banyak, Buto Ijo!
Buto Ijo: Wah ... ha ... ha ... ha. Sampai jumpa lagi tujuh belas tahun dari sekarang, manusia. Dan ingat janji Anda. [Pergi]

 ACT 3
Narator: Keesokan harinya, pasangan menanam bibit. Beberapa bulan kemudian, mentimun emas tumbuh di halaman. Mentimun itu semakin besar dan besar setiap hari.
Ibu: Lihat! Lihat! Mentimun tumbuh sangat besar! Ini sangat fantastis!

Ayah: Ya, Anda benar. Apa yang sangat besar.
Ibu: Ini sudah matang. Apakah itu bekerja? Bagaimana ini hal besar memberi kami seorang anak perempuan?
Ayah: Saya tidak tahu. Jangan tanya saya.
Ibu: Saya kira sudah waktunya bagi kita untuk membukanya. Aku ingin tahu apa yang membuatnya begitu besar. Jangan Anda pikir begitu?
Ayah: Ya. Mari kita memotongnya menjadi dua.
Narator: Hati-hati, mereka memotong mentimun menjadi dua. Namun yang mengejutkan, mereka menemukan seorang bayi perempuan cantik di dalam mentimun. Bagaimana menyenangkan mereka.
Ibu: [terengah] Oh Tuhan! Ada seorang bayi perempuan di dalam mentimun ini! Apakah untuk nyata? Atau aku bermimpi?
Ayah: Ya itu. Kau ingin aku mencubit Anda untuk membuktikannya?
Ibu: Err ... Tidak, terima kasih. [Gelar bayi keluar] Bayi ini sangat lucu! Tuhan, terima kasih banyak! Terima kasih banyak!
Ayah: Apa yang akan kita beri nama dia?
Ibu: Saya rasa saya akan nama Timun Mas-nya, suami. Karena dia berasal dari timun dan dia lucu. Itu nama yang sangat cocok untuk dia, bukan?
Ayah: Saya setuju dengan Anda.

 ACT 4
Narator: Tahun berlalu dan Mas Timun tumbuh menjadi gadis yang manis. Orang tuanya sangat bangga padanya tapi hati mereka terluka parah ketika mereka ingat janji mereka untuk Buto Ijo. Pasangan itu lalu teringat bahwa ada seorang pertapa suci yang hidup di dalam hutan. Jadi mereka pergi ke sana untuk bantuan.
Ibu: [Mengetuk pintu] Permisi.
Pertapa: [Datang ke pintu dan membukanya] Bolehkah saya bertanya siapa Anda keduanya?
Ibu: Nama saya Sarni. Ini suamiku. Kami berdua adalah petani yang tinggal di desa dekat hutan.
Pertapa: Apa yang Anda inginkan dari saya?
Ayah: Kami membutuhkan bantuan Anda.
Pertapa: Oke, silahkan masuk Ceritakan keseluruhan cerita.
Narator: Pasangan itu mengatakan kepada pertapa tentang keinginan mereka dan bagaimana Buto Ijo memenuhinya. Dan juga janji mereka dibuat dengan Raksasa. Sang pertapa mendengarkan mereka hati-hati seperti dia mengangguk untuk kesekian kalinya, sampai pasangan selesai kisah mereka.
Pertapa: Seperti yang diharapkan, Buto Ijo melakukan hal yang mengerikan mungkin dia mau. Keserakahan menjelaskan semuanya. Kita perlu melakukan sesuatu.
Ibu: Tolong, baik Hermit, membantu kita. Jangan biarkan Buto Ijo mengambil satu putri tersayang. Dia telah bersama kami selama bertahun-tahun ketujuh belas.
Ayah: Istri saya benar, pertapa yang baik. Apa yang harus kita lakukan?
Pertapa: Harap diam dan berhenti menangis. Lihat, di sini adalah bundel. Ada empat hal dan pesan di dalamnya. Mereka akan membantu Mas Timun melarikan diri dari raksasa.
Ayah: [Membawa bundel] Anda yakin mereka akan bekerja?
Pertapa: Percayalah, itu akan. Buto Ijo harus dihukum karena tindakannya.
Ibu: Terima kasih banyak, pertapa yang baik!

 ACT 5
Narator: Kebetulan suatu hari pada hari ulang tahun ketujuh belas Timun Mas, Buto Ijo datang untuk janji pasangan.
Buto Ijo: Wah ... ha ... ha ... Hei, petani, di mana putri Anda yang indah? Saya datang ke sini untuk menjemputnya. Ingat janji yang Anda berkata kepada saya!
Ayah: Harap bersabar, Buto Ijo. Timun Mas, putri saya, bermain di lapangan.
Buto Ijo: Apa peduli! Aku tahu kau bohong! Tapi tidak apa, aku akan menemukannya sendiri! [Ternyata jauh untuk menemukan Mas Timun]
Ayah: Aku senang dia pergi. Mas Timun, datang ke sini, anak.
TimunMas: Ya, ayah, aku datang. Siapa itu?
Ibu: Dia adalah Buto Ijo, raksasa hijau. Untuk beberapa alasan, dia mencari Anda. Saya yakin dia akan kembali ke sini segera.
TimunMas: Ya Tuhan, apa yang akan dia lakukan padaku?
Ayah: Dengarkan aku, Timun Mas, yang harus Anda lakukan adalah lari dari padanya. [Memberikan bungkusan itu ke Mas Timun] Ambil berkas ini dengan Anda. Ini berisi biji cabai, garam, biji mentimun, dan terasi.
TimunMas: Apa yang harus saya lakukan dengan ini?
Ayah: Throw masing-masing ketika raksasa itu semakin dekat kepada Anda. Ini akan membantu Anda melepaskan diri dari raksasa.
TimunMas: Bagaimana dengan Anda, ibu dan ayah?
Ibu: Jangan khawatir tentang kita. Ya Tuhan, raksasa itu datang! Sekarang, jalankan, Mas Timun! Jalankan secepat Anda bisa! Harap berhati-hati!
TimunMas: Terima kasih, ibu dan ayah! Anda juga silahkan mengurus sendiri! [Berjalan jauh]

 ACT 6
Narator: Setelah itu, raksasa mengejar Timun Mas dan dia semakin dekat dan dekat. Mas Timun kemudian mengambil segenggam garam dari bungkusan itu. Dia menyebar garam dan ajaib lautan luas muncul di antara mereka.
TimunMas: Ambil yang jahat raksasa!
Buto Ijo: [nyengir] Ho ... ho ... ho. Anda pikir Anda bisa lari dari aku! Tidak mungkin di neraka! Wah ... ha ... ha ... ha. C'mon Aku akan membuat Anda! [Berenang melalui laut]
TimunMas: Ya Tuhan! Bagaimana dia melakukan itu?? Saya tidak tahu dia bisa berenang!
Buto Ijo: Tunggu saya, Anda gadis kecil!
TimunMas: Oh tidak! Dia semakin dekat dengan saya. Tidak ada pilihan lain! Ambil ini, raksasa!
NARATOR: Dan kemudian ia mengambil biji cabai dan melemparkan mereka di raksasa. Tiba-tiba benih tumbuh menjadi beberapa pohon dan menjebak dia. Hal berikutnya yang ia tahu, pohon-pohon tumbuh beberapa duri setajam pisau.
Buto Ijo: Aduh ... Aduh! Bagaimana sih pohon-pohon ini tumbuh menjadi duri? Rasanya sakit parah!
TimunMas: Ambil yang satu juga, makhluk jahat!
Buto Ijo: Jadi, Anda ingin bermain dengan saya ya? Anda akan menyesal ketika Anda kehilangan!
TimunMas: Oh tidak! Dia masih mengejar saya! Saya harus berjalan lebih cepat!
Narator: Sekali lagi, raksasa itu hampir tertangkap Mas Timun. Jadi, Mas Timun mengambil biji mentimun dan melemparkannya ke tanah.
Buto Ijo: Apa sekarang? Apa ini? Mentimun yang mana-mana! Mereka tampak lezat! Saya rasa itu lebih baik bagi saya untuk memiliki makanan pembuka pertama.
TimunMas: Hosh ... Hosh ... Oh aku kehabisan napas. Tapi raksasa itu makan mentimun. Ini adalah kesempatan saya untuk lari!
Buto Ijo: [Menguap] Whoaaah ... Saya sangat sleppy. Aku ingin tidur pertama. Setelah itu saya akan menemukan Mas Timun. Tunggu aku gadis, aku akan datang dan membuat Anda makan malam saya!
Narator: Timun Mas terus berlari secepat yang dia bisa. Tapi segera dia sangat lelah dirinya sendiri. Dan hal-hal yang semakin buruk sebagai raksasa terbangun.
Buto Ijo: Whoaaah ... aku segar kembali! Hei, Mas Timun, Anda tidak bisa lari dari saya. Aku akan membuat Anda! Hohoho ...
TimunMas: Oh, Tuhan, dia terbangun! Apa yang harus saya lakukan, Tuhan? Tolong bantu saya!
Buto Ijo: Jadi, Anda ingin bermain petak umpet, bukan? Di mana kau? Ayo, ayolah gadis kecil ... papa datang ke Anda!
TimunMas: Tuhan! Tolong bantu saya!
Buto Ijo: Ada Anda, gadis kecil! Satu langkah lagi dan aku akan menangkap Anda!
TimusMas: Ini adalah harapan terakhir saya! [Melempar sesuatu] Rasakan, Buto Ijo!
Narator: putus asa ia kemudian melemparkan senjata terakhir, pasta udang. Ajaib, pasta berubah menjadi rawa besar.
Buto Ijo: Oh, tidak, apa ini? Ini sangat lengket dan berbau amis! Timun Mas ...! Aku bersumpah aku akan menelan Anda segera setelah saya menangkap Anda!
Narator: Raksasa itu jatuh ke rawa tapi tangannya hampir mencapai Mas Timun. Tiba-tiba rawa menariknya ke bawah dan tangannya kehilangan dia.
TimunMas: Akhirnya aku bebas!
Buto Ijo: Oh, tidak ... membantu! Bantu saya! Seseorang membantu saya!
TimunMas: Tidak ada yang akan membantu Anda, raksasa, karena Anda adalah orang yang buruk.
Buto Ijo: Tolong bantu saya ...! Aku bersumpah aku tidak akan melakukan sesuatu yang buruk lagi! Janji saya!
Pertapa: [keluar dari blue] Apakah Anda yakin tentang kata-kata Anda?
Buto Ijo: Arggh ... Hermit! Akhirnya anda datang! Tolong bantu saya!
TimunMas: [guncangan] Siapa kau?
Pertapa: [Ternyata wajahnya ke Mas Timun] Ah, saya takut Anda? Mari saya memperkenalkan diri. Saya seorang pertapa. Jadi panggil saja aku pertapa. Anda tidak perlu tahu nama asliku. Dan raksasa ini adalah teman terbaik saya.
Buto Ijo: Ya, saya sahabatnya! Tolong keluarkan aku dari sini!
Pertapa: [Ternyata kembali ke Buto Ijo] Saya akan membantu Anda jika Anda berjanji tidak akan melakukan hal-hal buruk lagi dan berhenti menjadi orang yang serakah.
Buto Ijo: Ya, aku janji! Aku berjanji akan menjadi orang baik! Anda dapat mengandalkan saya!
Narator: Akhirnya, pertapa yang baik membantu Buto Ijo, sahabatnya. Segera setelah raksasa keluar dari rawa-rawa, itu menghilang. Kemudian raksasa itu meminta maaf kepada Mas Timun serta pertapa. Untungnya mereka berdua memaafkannya. Sejak saat itu, Buto Ijo hidup sebagai raksasa yang baik dan selalu membantu para petani dengan bidang mereka. Adapun Mas Timun, dia hidup bahagia bersama orang tuanya dengan tidak takut lagi.

-The End-


 
TOP