Loading...

Tuesday, 1 May 2012


Uji benedict
Uji benedict adalah uji kimia untuk mengetahui kandungan gula (karbohidrat) pereduksi. Gula pereduksi meliputi semua jenis monosakarida dan beberapa disakarida seperti laktosa dan maltosa.

Nama Benedict merupakan nama seorang ahli kimia asal Amerika, Stanley Rossiter Benedict (17 Maret 1884-21 Desember 1936). Benedict lahir di Cincinnati dan studi di University of Cincinnati. Setahun kemudian dia pergi ke Yale University untuk mendalami Physiology dan metabolisme di Department of Physiological Chemistry.

Pada uji Benedict, pereaksi ini akan bereaksi dengan gugus aldehid, kecuali aldehid dalam gugus aromatik, dan alpha hidroksi keton. Oleh karena itu, meskipun fruktosa bukanlah gula pereduksi, namun karena memiliki gugus alpha hidroksi keton, maka fruktosa akan berubah menjadi glukosa dan mannosa dalam suasana basa dan memberikan hasil positif dengan pereaksi benedict.

Satu liter pereaksi Benedict dapat dibuat dengan menimbang sebanyak 100 gram sodium carbonate anhydrous, 173 gram sodium citrate, dan 17.3 gram copper (II) sulphate pentahydrate, kemudian dilarutkan dengan akuadest sebanyak 1 liter.

Untuk mengetahui adanya monosakarida dan disakarida pereduksi dalam makanan, sample makanan dilarutkan dalam air, dan ditambahkan sedikit pereaksi benedict. Dipanaskan dalam waterbath selamaa 4-10 menit. Selama proses ini larutan akan berubah warna menjadi biru (tanpa adanya glukosa), hijau, kuning, orange, merah dan merah bata atau coklat (kandungan glukosa tinggi).

Sukrosa (gula pasir) tidak terdeteksi oleh pereaksi Benedict. Sukrosa mengandung dua monosakrida (fruktosa dan glukosa) yang terikat melalui ikatan glikosidic sedemikian rupa sehingga tidak mengandung gugus aldehid bebas dan alpha hidroksi keton. Sukrosa juga tidak bersifat pereduksi.

Uji Benedict dapat dilakukan pada urine untuk mengetahui kandungan glukosa. Urine yang mengandung glukosa dapat menjadi tanda adanya penyakit diabetes. Sekali urine diketahui mengandung gula pereduksi, test lebih jauh mesti dilakukan untuk memastikan jenis gula pereduksi apa yang terdapat dalam urine. Hanya glukosa yang mengindikasikan penyakit diabetes.







Uji Benedict Semikuantitatif (Kadar Gula Dalam Urin)

Gula yang mempunyai gugus aldehid atau keton bebas mereduksi ion
kupri dalam suasana alkalis menjadi kuprooksida yang tidak larut dan
berwarna merah. Banyaknya endapan merah yang terbentuk sesuai dengan
kadar gula yang terdapat di dalam urin.

Reaksi :
CuSO4 + 2 NaOH ---> Cu(OH)2 + Na2SO4
putih kebiru - biruan
Cu(OH)2 ----> 2 CuOH + H2O + O
Pemanasan kuning (diambil oleh gula dan
produk2nya)
2 CuOH ----> Cu2O + H2O
merah bata

Cara Kerja :
1.Masukkan ke dalam tabung reaksi urin sebanyak 8 ml.
2.Kemudian tambahkan pereaksi obermeyer 8 ml, diamkan beberapa menit.
3.Setelah beberapa menit, tambahkan kloroform sebanyak 3 ml.
4.Campur dengan membalik-balikkan tabung kira-kira 10 kali. Jangan
dikocok.
5.Lakukan pengamatan dan catat hasil yang terjadi.

Penafsiran :
Warna Penilaian Konsentrasi
Biru jernih - 0
Hijau/kuning hijau + 1 Kurang dari 0,5 %
Kuning/kuning kehijauan + 2 0,5 – 1,0 %
Jingga + 3 1,0 – 2,0 %
Merah + 4 Lebih dari 2 %

Smoga manfaat.




--- In kimia_indonesia@yahoogroups.com, Ika Narishantika
<ikanarishantika@...> wrote:

PERCOBAAN III
URIN
I. TUJUAN
1. Memeriksa adanya indikan dalam urin.
2. mengetahui kadar kreatinin urin.
3. Menghitung secara kasar kadar glukosa dalam urin.
4. Memeriksa adanya zat keton dalam urin.
5. Mengetahui keberadaan protein (kualitatif dalam urin.

II. TEORI DASAR
Urin atau air seni atau air kencing adalah cairan sisa yang diekskresikan oleh ginjal yang kemudian akan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui proses urinasi. Eksreksi urin diperlukan untuk membuang molekul-molekul sisa dalam darah yang disaring oleh ginjal dan untuk menjaga homeostasis cairan tubuh. Namun, ada juga beberapa spesies yang menggunakan urin sebagai sarana komunikasi olfaktori. Urin disaring di dalam ginjal, dibawa melalui ureter menuju kandung kemih, akhirnya dibuang keluar tubuh melalui uretra. Urin terdiri dari air dengan bahan terlarut berupa sisa metabolisme (seperti urea), garam terlarut, dan materi organik. Cairan dan materi pembentuk urin berasal dari darah atau cairan interstisial.
Komposisi urin berubah sepanjang proses reabsorpsi ketika molekul yang penting bagi tubuh, misal glukosa, diserap kembali ke dalam tubuh melalui molekul pembawa. Cairan yang tersisa mengandung urea dalam kadar yang tinggi dan berbagai senyawa yang berlebih atau berpotensi racun yang akan dibuang keluar tubuh. Materi yang terkandung di dalam urin dapat diketahui melalui urinalisis. Urea yang dikandung oleh urin dapat menjadi sumber nitrogen yang baik untuk tumbuhan dan dapat digunakan untuk mempercepat pembentukan kompos.
Diabetes adalah suatu penyakit yang dapat dideteksi melalui urin. Urin seorang penderita diabetes akan mengandung gula yang tidak akan ditemukan dalam urin orang yang sehat. Fungsi utama urin adalah untuk membuang zat sisa seperti racun atau obat-obatan dari dalam tubuh.Urin atau air seni adalah cairan yng diekskresikan oleh ginjal yang kemudian akan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui proses urinasi. Dari urin kita bisa memantau penyakit melalui perubahan warnanya. Meskipun tidak selalu bisa dijadikan pedoman namun Ada baiknya Anda mengetahui hal ini untuk berjaga-jaga.
Kuning jernih
Urin berwarna kuning jernih merupakan pertanda bahwa tubuh Anda sehat. Urin ini tidak berbau. Hanya saja, beberapa saat setelah meninggalkan tubuh, bakteri akan mengontaminasi urin dan mengubah zat dalam urin sehingga menghasilkan bau yang khas.
Kuning tua atau pekat
Warna ini disebabkan karena tubuh mengalami kekurangan cairan. Namun bila terjadi terus, segera periksakan diri Anda ke dokter karena merupakan tahap awal penyakit liver.
Kemerahan
Urin mengandung darah. Kondisi ini bisa menandakan gangguan batu ginjal dan kandung kemih. Namun bisa juga karena Anda mengonsumsi obat pencahar secara berlebihan.
Kecoklatan
Pertanda terjadi kerusakan otot, akibat aktivitas tubuh yang berlebihan.
Oranye
Mengindikasikan penyakit hepatitis atau malaria. Pyridium, antibiotik yang biasa digunakan untuk infeksi kandung kemih dan saluran kencing juga dapat mengubah warna urin menjadi oranye.
Selain warna, bau urin juga bisa digunakan untuk mendeteksi penyakit. Misalnya pada penderita diabetes dan busung lapar, urin cenderung berbau manis, sementara jika seseorang mengalami infeksi bakteri E. coli, urinnya cenderung berbau menyengat
Komponen Urin
1. Komponen Organik
Urea, disentesis dalam hati adalah bentuk ekskersi nitrogen yang berasal dari protein dan asam amino. Konsentrasinya mencerminkan metabolisme protein; 70 g protein menyebabkan kira-kira pembentukan 30 g urea. Setiap hari 20-35 urea dari protein dari asam amino.
Asam Urat, merupakan produk akhir dari metabolism purin. Setiap hari dikeluarkan 0,3-2,0 g asam urat hasil katabolisme protein.
Kreatinin, yang dibentuk dari keratin.setaip hari 1,0-1,5 g kreatinin dari keratin Keratin, melalui sirkulasi spontan dan ireversibel, berasal dari metabolism otot. Karena jumlah kreatinin yang dikeluarkan setiap hari dari suatu individu adalah konstan, jumlah ini berbanding langsung dengan masa otot, maka kreatinin dapat digunakan sebagai ukuran kuantitatif untuk ukuran komponen-komponen urin lainnya.kreatin 0,05-0,10 g dari metabolism otot.
Asam amino, yang dikeluarkan secara bebas sangat tergantung dari makanan dan kemampuan kerja hati. Asam amino setiap hari 1-3 g- Derivat asam amino yang muncul dalam urin. Misalnya hipurat. Hipurat setiap hari 0,15g
Glukosa setiap hari sampai 0,16 g g
Zat keton setiap hari sampai 3 g.
2. Komponen anorganik
Didalam urin terdapat kation Na+, K+, Ca2+, Mg2+, dan NH¬42+, demikian juga anion Cl-, SO42- dan HPO42+selain ion-ion lainnya dalam jumlah kecil (mmol).
Kadar Kreatinin dalam urin
Kreatinin adalah produk sampingan dari hasil pemecahan fosfokreatin (kreatin) di otot yang dibuang melalui ginjal. Pada pria, normalnya 0,6 – 1,2 mg/dl.Hiperfosfatemia dapat terjadi pada peminum alkohol akibat hipoparatiroidisme yang diinduksi oleh hipomagnesemia. Hipofosfatemia ditandai dengan kerusakan pada otot, kelemahan dan rasa nyeri pada otot, disfungsi eritrosit dan leukosit, serta trombosit, osteolisis dan asidosis metabolik. Rhabdomiolisis ditandai dengan kerusakan pada otot, rasa lemah dan nyeri pada otot, mioglobinuria, meningkatkan keratin kinase, dan nekrosis serabut otot. Hal terebut di atas dapat menimbulkan kegagaan ginjal akut yang ditandai dengan naiknya kadar keratin dalam serum yang tidak proporsional dalam kaitannya dengan "urea nitrogen" dalam darah, hiperurikemia, hiperfosfatemia, dan hipokalsemia. Hipafosfatemia merupakan suatu faktor penting yang menyebabkan terjadinya rhabdomiolisis pada peminum alkohol di samping karena turunnya kadar magnesium dan kalium. Hipofosfatemia akan menjadi lebih buruk pada pemberian karbohidrat dan pada hiperventilasi pada waktu putus alkohol.
Kadar Insulin
Hiperglikemia kronik ini mungkin saja disebabkan oleh
faktor genetik dan lingkungan.Honnon insulin yang disintesa dan disekresi oleh sel B pu-
lau Langerhans di pankreas adalah pengatur utama kadar gula darah. Hiperglikemi dapat terjadi kalau terdapat kekurangan insulin atau kelebihan faktor-faktor yang melawan kerja insulin. Ketidakseimbangan ini selain mengakibatkan gangguan metabolisme karbohidrat, juga mengganggu metabolismeprotein dan lemak dengan akibat-akibatnya,sepertiketoasidosis, kelainan-kelainan kapiler (ginjal dan retina),gangguan saraf tepi dan proses aterosklerosis yang berlebihan.
Pemeriksaan gula urin
Pada penderita insulin-dependent diabetes mellitus,urin diperiksa tiap kali sebelum makan dan sebelum tidur untuk membantu kontrol penggunaan insulin. Penderita dengan kadar gula yang stabil cukup melakukannya 2 hari dalam satu minggu, sedangkan pada hari hari lainnya diperiksa urin puasa. Pemeriksaan urin pagi dan malam sudah cukup untuk penderita non-insulin dependent diabetes mellitus, bahkan jika terkontrol cukup diperiksa sekali sehari. Penggunaan tes strip sangat membantu penderita untuk melakukan pemeriksaan- pemeriksaan tersebut di rumah.
Uji Benedict
Dalam suasana Alkalis sakarida akan membentuk enidid yang mudah teroksidasi. Semua monosakarida dan diskarida kecuali Sukrosa dan trekalosa akan bereaksi positif bila dilakukan uji Benedict. Larutan-larutan tembaga yang alkalis bila direduksi oleh karbohidrat yang mempunyai gugus aldehid atau keton bebas akan memebentuk cupro oksida (Cu2O) yang berwarna hijau merah orange atau merah bata dan adanya endapan merah bata pada dasar tabung reaksi.
III. ALAT DAN BAHAN
Bahan
Urin sendiri
Urin patologis
Pereaksi Obermeyer
Kloroform
Standar 1 mg / ml
Aquadest
asam pikrat jenuh
NaOH 10 %
Larutan Benedict
Kristal Amonium
Larutan natrium nitroprusida 5 %
ammonium hidroksida pekat
Asam nitrat pekat.

Alat
Tabung reaksi
Pipet volumetric
pipet tetes
Spektofotometer uv – visible
Hot plate
Beker glass
Spatula
Batang pengaduk
tissue
lap

IV. PROSEDUR KERJA

Uji obermeyer

B A H A N T a b u n g
1 2
Urin Sendiri ( ml ) 2 -
Urin patologis ( mL ) - 2
Pereaksi Obenmeyer ( mL) 2 2
Diamkam beberapa menit
Kloroform ( mL ) 1 1
Campur dengan membalik – balikkan ± 10 X ( JANGAN DIKOCOK )

Cara Kerja :
Pemeriksaan kadar kreatinin urin

B A H A N T a b u n g
1 2 3 4
Urin sendiri ( mL)
Urin patologis ( mL)
Standart Kreatinin 1 mg/mL ( mL )
Akuadest ( mL)
Asan Pikrat jenuh ( mL )
NaOH 10 % ( mL )
Encerkan hingga 100 mL, dicampur, dibaca pada ג 540 nm

Cara Kerja
Uji benedict
B a h a n T a b u n g
Larutan benedict ( mL ) 2,5
Urin sendiri 4 tetes
Panaskan selama 8 menit dalam air mendidih ( 100o ) lalu biarkan dingin perlahan
Hasil bandingkan dengan seri pemeriksaan

Cara kerja:
Uji rothera ( zat keton )
B a h a n T a b u n g
1 2
Urin sendiri ( mL ) 5 -
Urin patologis ( mL ) - 5
Kristal Amonium sulfat Sampai jenuh Sampai jenuh
Larutan Natrium nitroprusida 2-3 tetes 2-3 tetes
Ammonium hidroksida pekat ( ml ) 1-2 1-2
Campur dan diamkan selama 30 menit



Cara kerja :
Uji heller
B a h a n T a b u n g
1 2
Asam nitrat pekat ( mL ) 2 2
Alirkan melalui dinding tabung : urin sendiri dan urin patologis
Urin sendiri ( ml) 2 -
Urin patologis ( mL ) - 2




V. HASIL PENGAMATAN

1. Uji Obermeyer
Tabung 1 2
Hasil

Endapan krem dengan warna larutan coklat muda Endapan biru indigo dengan warna larutan cokelat

2. Pemeriksaan Kadar Kreatinin Urin
Hasil spektrofotometer pada λ 540 nm:
Percobaan Tabung
1 2 3 4
1 1,245 0,543 0,454 0,083
2 1,250 0,547 0,516 0,079
Rata-rata 1,247 0,5 0,509 0,081

3. Uji Benedict
Warna Urin sendiri Urin patologis

Hijau Kuning kehijauan

4. Uji Rothera
Urin sendiri Urin patologis
Warna Cokelat ungu keruh Cokelat ungu keruh pekat




5. Uji Heller
Hasil Urin sendiri Urin patologis
Tidak terbentuk cincin putih Kuning kehijauan




VI. PEMBAHASAN

DAFTAR PUSTAKA
http://info.balitacerdas.com/mod.php?mod=diskusi&op=viewdisk&did=417
http://www.geocities.com/junior_bio_04/home.html
http://www.mediasehat.com/tanyajawab.php?nomerkonsultasi=499
khttp://www.kalbe.co.id/files/cdk/files/09_PemeriksaanLabPadaDiabetesMellitus.pdf/09_PemeriksaanLabPadaDiabetesMellitus.html










































Posted by Riswanto on Tuesday, March 9, 2010
Labels: Tes Urine
Badan keton terdiri dari 3 senyawa, yaitu aseton, asam aseotasetat, dan asam β-hidroksibutirat, yang merupakan produk metabolisme lemak dan asam lemak yang berlebihan. Badan keton diproduksi ketika karbohidrat tidak dapat digunakan untuk menghasilkan energi yang disebabkan oleh : gangguan metabolisme karbohidrat (mis. diabetes mellitus yang tidak terkontrol), kurangnya asupan karbohidrat (kelaparan, diet tidak seimbang : tinggi lemak – rendah karbohidrat), gangguan absorbsi karbohidrat (kelainan gastrointestinal), atau gangguan mobilisasi glukosa, sehingga tubuh mengambil simpanan asam lemak untuk dibakar.

Peningkatan kadar keton dalam darah akan menimbulkan ketosis sehingga dapat menghabiskan cadangan basa (mis. bikarbonat, HCO3) dalam tubuh dan menyebabkan asidosis. Pada ketoasidosis diabetik, keton serum meningkat hingga mencapai lebih dari 50 mg/dl.

Keton memiliki struktur yang kecil dan dapat diekskresikan ke dalam urin. Namun, kenaikan kadarnya pertama kali tampak pada plasma atu serum, kemudian baru urin. Ketonuria (keton dalam urin) terjadi akibat ketosis. Benda keton yang dijumpai di urine terutama adalah aseton dan asam asetoasetat.           


Prosedur

Kumpulkan spesimen urine secara acak (urin random atau urin sewaktu). Urin harus segar dan ditampung dalam wadah tertutup rapat. Pengujian harus segera dilakukan, karena penundaan pengujian lebih lama dapat menyebabkan temuan negatif palsu. Hal ini dikarenakan keton mudah menguap. Uji ketonuria dapat dilakukan dengan menggunakan tablet Acetest, atau strip reagen (dipstick) Ketostix atau strip reagen multitest (mis. Combur, Multistix, Arkray, dsb).       

Uji ketonuria dengan tablet Acetest digunakan untuk mendeteksi dua keton utama, yaitu aseton dan asam asetoasetat. Letakkan tablet Acetest di atas kertas saring atau tissue, lalu teteskan urin segar di atas tablet tersebut. Tunggu selama 30 detik. Amati perubahan warna yang terjadi pada tablet tersebut; jika berubah warna menjadi berwarna lembayung terang – gelap, maka uji keton dinyatakan positif.     

Uji ketonuria dengan strip reagen (Ketostix atau strip reagen multitest) lebih sensitif terhadap asam asetoasetat daripada aseton. Celupkan strip reagen ke dalam urin. Tunggu selam 15 detik, lalu amati perubahan warna yang terjadi. Bandingkan dengan bagan warna. Pembacaan dipstick dengan instrument otomatis lebih dianjurkan untuk memperkecil kesalahan dalam pembacaan secara visual.   


Nilai Rujukan           

Dewasa dan anak : uji keton negatif (kurang dari15 mg/dl)


Masalah Klinis`        

Uji keton positif dapat dijumpai pada : Asidosis diabetic (ketoasidosis), kelaparan atau malnutrisi, diet rendah karbohidrat, berpuasa, muntah yang berat, pingsan akibat panas, kematian janin. Pengaruh obat : asam askorbat, senyawa levodopa, insulin, isopropil alkohol, paraldehida, piridium, zat warna yang digunakan untuk berbagai uji (bromsulfoftalein dan fenosulfonftalein).


Faktor yang Dapat Mempengaruhi Hasil Laboratorium
  • Diet rendah karbohidrat atau tinggi lemak dapat menyebabkan temuan positif palsu. • Obat tertentu (Lihat pengaruh obat)
  • Urin disimpan pada temperature ruangan dalam waktu yang lama dapat menyebabkan hasil uji negaif palsu
  • Adanya bakteri dalam urin dapat menyebabkan kehilangan asam asetoasetat
  • Anak penderita diabetes cenderung mengalami ketonuria daripada penderita dewasa.













[Analytical Chemistry and Computer] Analisa Urine : Uji Kualitatif

< Prev Message  |  Next Message > 








Beberapa tes urin secara kimia ditujukan untuk mengetahui kadar glukosa (gula), ketone bodies,
protein, bilirubin dan nitrit.

Glukosa
Normalnya glukosa tidak ada atau ada tapi dalam jumlah yang sangat kecil di dalam urin. Ketika tingkat glukosa dalam darah in melebihi batasan gula ginjal (160-180 mg/dl) maka glukosa mulai nampak dalam urin. Kehadiran glukosa dalam urin (glucosuria) merupakan indikasi adanya penyakit diabetes mellitus.

Prosedur Uji Glukosa
1. Uji Fehling:
Kedalam tabung uji yang berisi 2 ml sampel urin, tambahkan 1 ml larutan Fehling A dan 1 ml larutan Fehling B. Campurkan dengan baik lalu tempatkan kedalam waterbath mendidih.
Perubahan warna yang terjadi menunjukkan adanya glukosa.

2. Uji Benedict
Kedalam tabung uji yang berisi 1 ml sampel urin, tambahkan 3 ml reagent Benedict. Campurkan dengan baik lalu letakkan dalam water bath mendidih.
Perubahan warna yang terjadi menunjukkan adanya glukosa.

Ketone bodies
Ketika kekurangan karbohidrat, tubuh mulai menggunakan asam lemak untuk menghasilkan energi. Ketika peningkatan alur metabolis ini mencapai titik tertentu, pemakaian asam lemak menjadi tidak sempurna dan produk antara yang terjadi didalam darah dan urin.

produk antara ini ada 3 ketone bodies: asetone, asetoasetat, dan betahidroksibutirat.
Kehadiran ketone bodies dalam urin (ketonuria) biasanya merupakan iondikasi diabetes mellitus tak terkendali, kelaparan atau kekurangan serat karbohidrat.

Prosedur Uji ketone bodies:
Uji Rothera
Kedalam tabung uji yang berisi 3 ml sampel urin, tambahkan 0.5 ml saturated ammonium sulfate. Tambahkan 2-3 tetes larutan ammonia dan 2-3 tetes 5% sodium nitroprusside kemudian kocok dengan baik.
Munculnya warna seperti permanganat menunjukkan adanya ketone bodi.

Protein
Normalnya Protein tidak terdeteksi dalam urin.
Kehadiran protein dalam urin biasanya menunjukkan kerusakan ginjal atau glomerulonephritis.

Prosedur Uji Protein
1. Heat coagulation test
Kedalam tabung uji, masukkan 2 ml sampel urine. Miringkan tabung uji dan panaskan permukaanya.
Jika ada koagulasi, berarti ada albumin.

2. Uji Heller
Kedalam tabung uji yang sudah berisi 2 ml HNO3 pekat., tambahkan 2 ml urine secara perlahan. A white coagulum is formed at the junction between the 2 layers indicating the presence of proteins.


Bilirubin
Bilirubin berwarna kuning coklat yang ditemukan dalam empedu, yang dihasilkan dari heme-katabolisme yang normal. Normalnya tidak ditemukan atau ada tapi dalam jumlah yang tidak terdeteksi dalam urine.

Prosedur uji Billirubin
Uji Hay
The test depends on the surface activity of bilirubin as it lowers the surface tension of urine. Sprinkle a little of precipitated sulfur powder on the surface of 2 ml urine. If bilirubin is present, sulfur powder will sink to the bottom of urine. If bilirubin is absent, sulfur will remain on the surface of urine.

Nitrit
Pada infeksi saluran kencing/urinary tract infection (UTI), bakteri menghasilkan enzim yang merubah nitrat menjadi nitrit. Dengan demikinan, adanya nitrit dalam urin mengindikasikan adanya UTI.










Asam salisilat
Warna urin
Nilai normal: kekuningan jernih
Dalam keadaan normal, warna urin pagi (yang diambil sesaat setelah bangun pagi) sedikit lebih gelap dibanding urin di waktu lainnya. Perubahan warna urin dapat terjadi karena beberapa hal.
  • Hitam: baru mengkonsumsi tablet besi (ferri sulfat), sedang minum obat parkinson (levodopa), methemoglobunuria.
  • Biru: mengkonsumsi obat antidepresi (amitriptilin), antibiotik saluran kemih (nitrofurantoin), atau karena infeksi Pseudomonas pada saluran kemih.
  • Coklat: gangguan fungsi ginjal, mengkonsumsi antibiotik (sulfonamid atau metronidazol), dan konsumsi obat parkinson (levodopa).
  • Kuning gelap (seperti teh): hepatitis fase akut, ikterus obstruktif, kelebihan vitamin B2 / riboflavin, antibiotika (nitrofurantoin dan kuinakrin).
  • Oranye-merah: dehidrasi sedang, demam, konsumsi antikoagulan oral, trauma ginjal, konsumsi deferoksamin mesilat, rifampisin, sulfasalazin, laksatif (fenolftalein).
  • Hijau: infeksi bakteri, kelebihan biliverdin, konsumsi vitamin tertentu.
  • Bening (tidak berwarna sama sekali): terlalu banyak minum, sedang minum obat diuretik, minum alkohol, atau diabetes insipidus.
  • Seperti susu (disebut juga chyluria): filariasis atau tumor jaringan limfatik.
Berat jenis
Nilai normal: 1.003 s/d 1.030 g/mL
Nilai ini dipengaruhi sejumlah variasi, antara lain umur. Berat jenis urin dewasa berkisar pada 1.016-1.022, neonatus (bayi baru lahir) berkisar pada 1.012, dan bayi antara 1.002 sampai 1.006.
Urin pagi memiliki berat jenis lebih tinggi daripada urin di waktu lain, yaitu sekitar 1.026.
Abnormalitas:
  • Berat jenis urin yang lebih dari normal menunjukkan gangguan fungsi ginjal, infeksi saluran kemih, kelebihan hormon antidiuretik, demam, diabetes melitus, diare / dehidrasi.
  • Berat jenis urin yang kurang dari normal menunjukkan gangguan fungsi ginjal berat, diabetes insipidus, atau konsumsi antibiotika (aminoglikosida).
pH
Nilai normal: 5.0-6.0 (urin pagi), 4.5-8.0 (urin sewaktu)
  • pH lebih basa: habis muntah-muntah, infeksi atau batu saluran kemih, dan penurunan fungsi ginjal. Dari faktor obat-obatan: natrium bikarbonat, dan amfoterisin B.
  • pH lebih asam: diet tinggi protein atau diet tanpa kalori, diabetes melitus, asidosis tuberkulosis ginjal, dan fenilketonuria. Dari faktor obat-obatan: diazoksid dan vitamin C.
Glukosa
Nilai normal: negatif
Di Indonesia, glukosa urin biasanya diuji secara semikuantitatif dengan uji reduktor (Benedict).
Warna
Hasil
Biru
Negatif
Hijau
Sangat sedikit
Hijau kekuningan
+1
Kuning kehijauan
+2
Coklat
+3
Merah bata
+4
Pemeriksaan Benedict ini sebenarnya ditujukan untuk mendeteksi adanya glukosa, asam homogentisat, dan substansi reduktor lainnya (misalnya vitamin C) dalam urin; sesuai dengan mekanisme reaksi yaitu reduksi tembaga sulfat. Asam homogentisat bisa ada dalam urin dalam jumlah besar pada individu dengan gangguan metabolisme asam amino alkohol (fenilalanin dan tirosin). Karena faktor ini pemeriksaan glukosuria di negara maju telah diganti dengan Clinistix.
Glukosa urin positif tidak selalu berarti diabetes melitus, walaupun memang penyakit ini yang paling sering memberi hasil positif pada uji glukosa urin. Makna lain yang mungkin:
  • Penyakit ginjal (glomerulonefritis, nefritis tubular, sindroma Fanconi).
  • Penyakit hepar dan keracunan logam berat.
  • Faktor farmakologis (indometasin, isoniazid, asam nikotinat, diuretik tiazid, karbamazepin).
  • Nutrisi parenteral total yang berlebihan (hiperalimentasi) dengan infus glukosa.
Protein
Nilai normal: negatif (uji semikuantitatif), 0.03-0.15 mg/24 jam (uji kuantitatif)
Protein dapat diuji dengan asam sulfosalisilat 20%, asam sulfat 6%, atau dengan reagen strip. Pemeriksaan dengan reagen strip lebih banyak digunakan saat ini. Untuk anak-anak di bawah 10 tahun nilai kuantitatif normal protein dalam urin sedikit lebih rendah daripada dewasa, yaitu <100 mg/24 jam.
Reagen strip
Hasil
Asam sulfosalisilat
0-0.05 gram/L
Negatif
Jernih
0.05-0.2 gram/L
Sangat sedikit
Keruh, tanpa butiran
0.3 gram/L
+1
Keruh, butiran halus
1.0 gram/L
+2
Keruh, butiran sedang
3.0 gram/L
+3
Keruh, berkepingan
10.0 gram/L
+4
Bergumpalan
Hasil abnormal (positif) dalam uji proteinuria dapat berarti:
  • Masalah nonginjal (gagal jantung kongestif, asites, infeksi bakteri, keracunan).
  • Keganasan (leukemia dan keganasan tulang yang bermetastasis).
  • Proteinuria sementara (pada dehidrasi, diet tinggi protein, stres, demam, post-pendarahan).
  • Penyakit ginjal (lupus, infeksi saluran kemih, nekrosis tubular ginjal).
  • Pada anak-anak sering karena sindroma nefrotik atau penyakit bawaan (ginjal polikistik).
  • Faktor farmakologis (amfoterisin B, semua aminoglikosida, fenilbutazon, sulfonamid).
Keton
Nilai normal: negatif
Uji ketonuria dimaksudkan untuk mendeteksi adanya produk sampingan penguraian karbohidrat dalam urin. Ketonuria dulu diperiksa dengan metode Rothera, dan sekarang digunakan dipstik. Hasil positif dapat ditemukan pada ketoasidosis diabetik, alkoholisme, diet tinggi lemak, penyakit glikogen, dan konsumsi obat-obatan tertentu (levodopa dan obat-obat anestetik).
Urobilinogen
Nilai normal: 0.1-1 Ehrlich U/dL (dipstik), atau positif s/d pengenceran 1/20 (Wallace-Diamond)
Urobilinogen klasik diperiksa dengan uji pengenceran Wallace-Diamond. Cara ini sudah banyak digantikan oleh uji dipstik modern yang bersifat kualitatif.
Warna
Hasil kualitatif
Kuning sampai kuning kehijauan
Normal (negatif)
Kuning oranye
Positif
Oranye kecoklatan
Positif
Urobilinogenuria dapat disebabkan oleh
  • Penyakit hepar dan empedu (hepatitis akut, sirosis, kolangitis)
  • Infeksi tertentu (malaria, mononukleosis)
  • Polisitemia vera ataupun anemia
  • Keracunan timah hitam
Tidak ada urobilinogen sama sekali dalam urin bermakna ada obstruksi komplit pada saluran empedu (kolelitiasis atau karsinoma pankreas). Dari faktor farmakologis: kloramfenikol dan vitamin C menyebabkan urobilinogen urin berkurang.
Bilirubin
Nilai normal: negatif, maksimal 0.34 μmol/L.
Bilirubinuria dapat disebabkan oleh:
  • Penyakit hepar (sirosis, hepatitis alkoholik), termasuk efek hepatotoksisitas.
  • Infeksi atau sepsis.
  • Keganasan (terutama hepatoma dan karsinoma saluran empedu).
Nitrit
Nilai normal: negatif (kurang dari 0.1 mg/dL, atau kurang dari 100.000 mikroorganisme/mL)
Nitrit urin digunakan untuk skrining infeksi saluran kemih.
Eritrosit
Nilai normal: 0-3 sel per lapang pandang besar
Eritrosit dalam urin yang berlebihan (mikrohematuria) dapat ditemukan pada urin wanita menstruasi dan perlukaan pada saluran kemih; baik oleh batu, infeksi, faktor trauma, maupun karena kebocoran glomerulus.
Leukosit
Nilai normal: 2-4 sel per lapang pandang besar
Leukosit yang berlebihan dalam urin (piuria) biasanya menandakan adanya infeksi saluran kemih atau kondisi inflamasi lainnya, misalnya penolakan transplantasi ginjal.
Sel epitel
Nilai normal: sekitar 10 sel per lapang pandang besar, berbentuk skuamosa.
Sel epitel yang lebih daripada jumlah normal berkaitan dengan infeksi saluran kemih dan glomerulonefritis. Sedangkan bentuk sel epitel abnormal dikaitkan dengan keganasan setempat.
Cast / inklusi
Nilai normal: ditemukan cast hialin dalam jumlah sedang, tanpa adanya inklusi.
Cast merupakan kumpulan sel-sel yang dikelilingi suatu membran. Biasanya cast selain hialin (misalnya cast eritrosit atau cast leukosit) menunjukkan kerusakan pada glomerulus  (glomerulonefritis kronik). Inklusi sitomegalik menunjukkan infeksi sitomegalovirus (CMV) atau campak.
Kristal
Nilai normal: ditemukan kristal dalam jumlah kecil
Kristal yang ditemukan dalam urin tergantung pada pH urin yang diperiksa. Pada urin asam dapat ditemukan kristal asam urat. Pada urin netral ditemukan kristal kalsium oksalat. Pada urin basa mungkin terlihat kristal kalsium karbonat dan kalsium fosfat. Ada juga sejumlah kristal yang dalam keadaan normal tidak ada; antara lain kristal tirosin, sistin, kolesterol, dan bilirubin.
Bakteri, jamur, dan parasit
Nilai normal bakteri: negatif. Kecuali untuk urin midstream: < 1000/mL
Nilai normal jamur dan parasit: negatif
Bakteri yang dapat menimbulkan infeksi saluran kemih mungkin ditemukan dalam urinalisa, antara lain E.coli, Proteus vulgaris, Neisseria gonorrhoea dan Pseudomonas aeruginosa. Sedangkan parasit yang mungkin ditemukan dalam urin adalah Schistosoma haematobium dan mikrofilaria spesies tertentu.
Referensi
  1. Chernecky CC & Berger BJ. Laboratory Tests and Diagnostic Procedure. Philadelphia: Saunders Elsevier, 2008.
  2. Kasper DL et.al (eds). Harrison’s Principles of Internal Medicine. New York: McGraw-Hill, 2007.










Sel darah merah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/1/13/Redbloodcells.jpg
Sel darah merah manusia
Sel darah merah, eritrosit (en:red blood cell, RBC, erythrocyte)[1] adalah jenis sel darah yang paling banyak dan berfungsi membawa oksigen ke jaringan-jaringan tubuh lewat darah dalam hewan bertulang belakang. Bagian dalam eritrosit terdiri dari hemoglobin, sebuah biomolekul yang dapat mengikat oksigen. Hemoglobin akan mengambil oksigen dari paru-paru dan insang, dan oksigen akan dilepaskan saat eritrosit melewati pembuluh kapiler. Warna merah sel darah merah sendiri berasal dari warna hemoglobin yang unsur pembuatnya adalah zat besi. Pada manusia, sel darah merah dibuat di sumsum tulang belakang, lalu membentuk kepingan bikonkaf. Di dalam sel darah merah tidak terdapat nukleus. Sel darah merah sendiri aktif selama 120 hari sebelum akhirnya dihancurkan.[2]
Sel darah merah atau yang juga disebut sebagai eritrosit berasal dari Bahasa Yunani, yaitu erythros berarti merah dan kytos yang berarti selubung/sel)

Daftar isi

[sunting] Eritrosit Vertebrata

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/2/24/Red_White_Blood_cells.jpg/200px-Red_White_Blood_cells.jpg
http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png
Dari kiri ke kanan: eritrosit, trombosit, dan leukosit
Eritrosit secara umum terdiri dari hemoglobin, sebuah metalloprotein kompleks yang mengandung gugus heme, dimana dalam golongan heme tersebut, atom besi akan tersambung secara temporer dengan molekul oksigen (O2) di paru-paru dan insang, dan kemudian molekul oksigen ini akan di lepas ke seluruh tubuh. Oksigen dapat secara mudah berdifusi lewat membran sel darah merah. Hemoglobin di eritrosit juga membawa beberapa produk buangan seperti CO2 dari jaringan-jaringan di seluruh tubuh. Hampir keseluruhan molekul CO2 tersebut dibawa dalam bentuk bikarbonat dalam plasma darah. Myoglobin, sebuah senyawa yang terkait dengan hemoglobin, berperan sebagai pembawa oksigen di jaringan otot.[3]
Warna dari eritrosit berasal dari gugus heme yang terdapat pada hemoglobin. Sedangkan cairan plasma darah sendiri berwarna kuning kecoklatan, tetapi eritrosit akan berubah warna tergantung pada kondisi hemoglobin. Ketika terikat pada oksigen, eritrosit akan berwarna merah terang dan ketika oksigen dilepas maka warna erirosit akan berwarna lebih gelap, dan akan menimbulkan warna kebiru-biruan pada pembuluh darah dan kulit. Metode tekanan oksimetri mendapat keuntungan dari perubahan warna ini dengan mengukur kejenuhan oksigen pada darah arterial dengan memakai teknik kolorimetri.
Pengurangan jumlah oksigen yang membawa protein di beberapa sel tertentu (daripada larut dalam cairan tubuh) adalah satu tahap penting dalam evolusi makhluk hidup bertulang belakang (vertebratae). Proses ini menyebabkan terbentuknya sel darah merah yang memiliki viskositas rendah, dengan kadar oksigen yang tinggi, dan difusi oksigen yang lebih baik dari sel darah ke jaringan tubuh. Ukuran eritrosit berbeda-beda pada tiap spesies vertebrata. Lebar eritrosit kurang lebih 25% lebih besar daripada diameter pembuluh kapiler dan telah disimpulkan bahwa hal ini meningkatkan pertukaran oksigen dari eritrosit dan jaringan tubuh.[4]
Vertebrata yang diketahui tidak memiliki eritrosit adalah ikan dari familia Channichthyidae. Ikan dari familia Channichtyidae hidup di lingkungan air dingin yang mengandung kadar oksigen yang tinggi dan oksigen secara bebas terlarut dalam darah mereka..[5] Walaupun mereka tidak memakai hemoglobin lagi, sisa-sisa hemoglobin dapat ditemui di genom mereka.[6]

[sunting] Nukleus

Pada mamalia, eritrosit dewasa tidak memiliki nukleus di dalamnya, atau disebut juga anukleat. Jika dibandingkan, eritrosit pada sebagian besar hewan vertebrata mengandung nukleus, kecuali salamander dari genus Batrachoseps.[7]

[sunting] Fungsi lain

Ketika eritrosit berada dalam tegangan di pembuluh yang sempit, eritrosit akan melepaskan ATP yang akan menyebabkan dinding jaringan untuk berelaksasi dan melebar.[8]
Eritrosit juga melepaskan senyawa S-nitrosothiol saat hemoglobin terdeoksigenasi, yang juga berfungsi untuk melebarkan pembuluh darah dan melancarkan arus darah supaya darah menuju ke daerah tubuh yang kekurangan oksigen.[9]
Eritrosit juga berperan dalam sistem kekebalan tubuh. Ketika sel darah merah mengalami proses lisis oleh patogen atau bakteri, maka hemoglobin di dalam sel darah merah akan melepaskan radikal bebas yang akan menghancurkan dinding dan membran sel patogen, serta membunuhnya.[10][11]

[sunting] Eritrosit Mamalia

Pada awal pembentukannya, eritrosit mamalia memiliki nuklei, tapi nuklei tersebut akan perlahan-lahan menghilang karena tekanan saat eritrosit menjadi dewasa untuk memberikan ruangan kepada hemoglobin. Eritrosit mamalia juga kehilangan organel sel lainnya seperti mitokondria. Maka, eritrosit tidak pernah memakai oksigen yang mereka antarkan, tetapi cenderung menghasilkan pembawa energi ATP lewat proses fermentasi yang diadakan dengan proses glikolisis pada glukosa yang diikuti pembuatan asam laktat. Lebih lanjut lagi bahwa eritrosit tidak memiliki reseptor insulin dan pengambilan glukosa pada eritrosit tidak dikontrol oleh insulin. Karena tidak adanya nuklei dan organel lainnya, eritrosit dewasa tidak mengandung DNA dan tidak dapat mensintesa RNA, dan hal ini membuat eritrosit tidak bisa membelah atau memperbaiki diri mereka sendiri.
Eritrosit mamalia berbentuk kepingan bikonkaf yang diratakan dan diberikan tekanan di bagian tengahnya, dengan bentuk seperti "barbel" jika dilihat secara melintang. Bentuk ini (setelah nuklei dan organelnya dihilangkan) akan mengoptimisasi sel dalam proses pertukaran oksigen dengan jaringan tubuh di sekitarnya. Bentuk sel sangat fleksibel sehingga muat ketika masuk ke dalam pembuluh kapiler yang kecil. Eritrosit biasanya berbentuk bundar, kecuali pada eritrosit di keluarga Camelidae (unta), yang berbentuk oval.
Pada jaringan darah yang besar, eritrosit terkadang muncul dalam tumpukan, tersusun bersampingan. Formasi ini biasa disebut roleaux formation, dan akan muncul lebih banyak ketika tingkat serum protein dinaikkan, seperti contoh ketika peradangan terjadi.
Limpa berperan sebagai waduk eritrosit, tapi hal ini dibatasi dalam tubuh manusia. Di beberapa hewan mamalia, seperti anjing dan kuda, limpa mengurangi eritrosit dalam jumlah besar, yang akan dibuang pada keadaan bertekanan, dimana proses ini akan menghasilkan kapasitas transpor oksigen yang tinggi.

[sunting] Eritrosit pada manusia

Kepingan eritrosit manusia memiliki diameter sekitar 6-8 μm dan ketebalan 2 μm, lebih kecil daripada sel-sel lainnya yang terdapat pada tubuh manusia. [12] Eritrosit normal memiliki volume sekitar 9 fL (9 femtoliter) Sekitar sepertiga dari volume diisi oleh hemoglobin, total dari 270 juta molekul hemoglobin, dimana setiap molekul membawa 4 gugus heme.
Orang dewasa memiliki 2–3 × 1013 eritrosit setiap waktu (wanita memiliki 4-5 juta eritrosit per mikroliter darah dan pria memiliki 5-6 juta. Sedangkan orang yang tinggal di dataran tinggi yang memiliki kadar oksigen yang rendah maka cenderung untuk memiliki sel darah merah yang lebih banyak). Eritrosit terkandung di darah dalam jumlah yang tinggi dibandingkan dengan partikel darah yang lain, seperti misalnya sel darah putih yang hanya memiliki sekitar 4000-11000 sel darah putih dan platelet yang hanya memiliki 150000-400000 di setiap mikroliter dalam darah manusia.
Pada manusia, hemoglobin dalam sel darah merah mempunyai peran untuk mengantarkan lebih dari 98% oksigen ke seluruh tubuh, sedangkan sisanya terlarut dalam plasma darah.
Eritrosit dalam tubuh manusia menyimpan sekitar 2.5 gram besi, mewakili sekitar 65% kandungan besi di dalam tubuh manusia.[13][14]

[sunting] Daur hidup

Proses dimana eritrosit diproduksi dinamakan eritropoiesis. Secara terus-menerus, eritrosit diproduksi di sumsum tulang merah, dengan laju produksi sekitar 2 juta eritrosit per detik (Pada embrio, hati berperan sebagai pusat produksi eritrosit utama). Produksi dapat distimulasi oleh hormon eritropoietin (EPO) yang disintesa oleh ginjal. Hormon ini sering digunakan dalam aktivitas olahraga sebagai doping. Saat sebelum dan sesudah meninggalkan sumsum tulang belakang, sel yang berkembang ini dinamai retikulosit dan jumlahnya sekitar 1% dari seluruh darah yang beredar.
Eritrosit dikembangkan dari sel punca melalui retikulosit untuk mendewasakan eritrosit dalam waktu sekitar 7 hari dan eritrosit dewasa akan hidup selama 100-120 hari.

[sunting] Polimorfisme dan kelainan

Morfologi sel darah merah yang normal adalah bikonkaf. Cekungan (konkaf) pada eritrosit digunakan untuk memberikan ruang pada hemoglobin yang akan mengikat oksigen. Tetapi, polimorfisme yang mengakibatkan abnormalitas pada eritrosit dapat menyebabkan munculnya banyak penyakit. Umumnya, polimorfisme disebabkan oleh mutasi gen pengkode hemoglobin, gen pengkode protein transmembran, ataupun gen pengkode protein sitoskeleton. Polimorfisme yang mungkin terjadi antara lain adalah anemia sel sabit, Duffy negatif, Glucose-6-phosphatase deficiency (defisiensi G6PD), talasemia, kelainan glikoporin, dan South-East Asian Ovalocytosis (SAO).[15]





CERITA TIMUN EMAS


waktunya bercerita
Act 1
Narrator : Once upon a time, in a place deep inside the forest, there were a green giant named Buto Ijo and a sacred hermit. They were best friends since toddlers. One day, the hermit came to the grotto to see his best friend.
Hermit   : Is anyone inside? [Walks inside the grotto]
Buto Ijo : I’m here.
Hermit   : There you are my best friend, what are you doing?
Buto Ijo : Eating. Isn’t it obvious?
Hermit   : Oh… I see. What are you eating?
Buto Ijo : [No response, just continue eating]
Hermit   : You’re so annoying! Can I have some?
Buto Ijo : [Turns his body away, not willing to share his foods with the hermit]
Hermit   : [Angry] As usual, you never share me your foods though I always shared mine to you! You stingy giant! I loathe you!
Buto Ijo : As if I care! [Continue eating]
Hermit   : Someday your greed will get its return! Don’t regret it! I’m leaving! [Gets out of the grotto with anger]

Act 2
Narrator : One day, there was pleasant couple. They lived in a village near the forest. They lived happily. Unfortunately, they didn’t have any children yet. Everyday they prayed to God for a child.
Mother   : Oh God… please give us a child. I promise I will always protect my child. Please answer our prayer. Thank you God.
Narrator : The green giant, Buto Ijo, coincidentally passed by the couple’s house. He heard what they were praying for.
Buto Ijo : Whoa…ha…ha…ha! I heard that!
Mother   : [gasps] Oh my God! W-Who are you?
Buto Ijo : I’m Buto Ijo.
Father    : [comes toward his wife] What’s with the noise? Who is that, honey?
Mother   : Oh my husband, Buto Ijo is in front of our house. I’m scared. He will kill both of us!
Buto Ijo : Whoa…ha…ha…ha… I’m not going to kill you. But I will fulfill your request to have a child.
Father    : You are just joking, aren’t you?
Buto Ijo : No…No… I’m serious, yes, I’m really serious. If you don’t believe me it doesn’t matter.
Mother   : All right… All right. My husband, let’s see what he can do to help us.
Buto Ijo : [Gives the seeds] Look, here are some cucumber seeds. Plant these seeds, then you’ll get a daughter.
Father    : Do you mean it? It’s so easy.
Buto Ijo : Yes, I mean it. But remember, on her seventeenth birthday, I’ll come back to take the girl.
Mother   : Oh, husband… please I want a child! Let’s try his offer!
Father    : But… Oh well, if you insist, I’ll take his offer.
Mother   : [Bows down] Oh, thank you, husband! Thank you a lot, Buto Ijo!
Buto Ijo : Whoa…ha…ha…ha. See you again seventeen years from now, humans. And remember your promise. [Go away]

Act 3
Narrator : The next day, the couple planted the seeds. Months later, a golden cucumber grew in the yard. The cucumber was getting bigger and bigger each day.
Mother   : Look! Look! The cucumber grew very big! It’s so fantastic!
Father    : Yeah, you right. What a very big one.
Mother   : It’s ripe already. Does it work? How can this big thing give us a daughter?
Father    : I don’t know. Don’t ask me.
Mother   : I think it’s time for us to open it up. I wonder what makes it’s so big. Don’t you think so?
Father    : Yes. Let’s cut it into two.
Narrator :Carefully, they cut the cucumber into two. To their surprise, they found a beautiful baby girl inside the cucumber. How joyful they were.
Mother   : [gasps] Oh my goodness! There is a baby girl inside this cucumber! Is it for real? Or am I dreaming?
Father    : Yes it is. You want me to pinch you to prove it?
Mother   : Err… No thanks. [Holds the baby out] This baby is so cute! God, thank you so much! Thank you so much!
Father    : What will we name her?
Mother   : I think I will name her Timun Mas, husband. Because she came from the cucumber and she is cute. That name really suits her, isn’t it?
Father    : I agree with you.

Act 4
Narrator : Years passed by and Timun Mas grew into a lovely girl. Her parents were very proud of her but their hearts hurt so badly when they remembered their promise to Buto Ijo. The couple then remembered that there was a sacred hermit living inside the forest. So they went there for the help.
Mother   : [Knocking the door] Excuse us.
Hermit   : [Comes toward the door and opens it] May I ask who you both are?
Mother   : My name is Sarni. This is my husband. We both are farmers living in the village near the forest.
Hermit   : What do you want from me?
Father    : We need your help.
Hermit   : Okay, please come in. Tell me the whole story.
Narrator : The couple told the hermit about their wish and how Buto Ijo fulfilled it. And also the promise they made with the Giant. The hermit listened to them carefully as him nodded for the umpteenth time, until the couple finished their story.
Hermit   : As expected, Buto Ijo did horrible thing as he wished. His greed explained everything. We need to do something.
Mother   : Please, good Hermit, help us. Don’t let Buto Ijo take one dearest daughter. She’s been with us for seventeenth years.
Father    : My wife is right, good hermit. What shall we do?
Hermit   : Please be still and stop crying. Look, here is the bundle. There are four things and messages inside. They will help Timun Mas run away from the giant.
Father    : [Takes the bundle] Are you sure they will work?
Hermit   : Believe me, it will. Buto Ijo must be punished for his action.
Mother   : Thank you very much, good hermit!

Act 5
Narrator : It so happened that one day on Timun Mas’s seventeenth birthday, Buto Ijo came for the couple’s promise.
Buto Ijo : Whoa…ha…ha... Hey, peasant, where is your lovely daughter? I come here to pick her up. Remember the promise you said to me!
Father    : Please be patient, Buto Ijo. Timun Mas, my daughter, is playing in the field.
Buto Ijo : What a shit! I know you’re lying! But never mind, I’ll find her by myself! [Turns away to find Timun Mas]
Father    : I’m glad he’s gone. Timun Mas, come here, child.
TimunMas  : Yes, daddy, I’m coming. Who’s that?
Mother   : He is Buto Ijo, the green giant. For some reason, he’s looking for you. I’m sure he’ll come back here soon.
TimunMas  : Oh my God, what’ll he do to me?
Father    : Listen to me, Timun Mas, all you have to do is run away from him. [Gives the bundle to Timun Mas] Take this bundle with you. It contains chili seeds, salt, cucumber seeds, and shrimp paste.
TimunMas: What should I do with these?
Father    : Throw each of them when the giant gets closer to you. These will help you get away from the giant.
TimunMas  : What about you, mom and dad?
Mother   : Don’t worry about us. Oh my God, the giant is coming! Now, run, Timun Mas! Run as fast as you can! Please be careful!
TimunMas  : Thank you, mom and dad! You too please take care of yourselves! [Runs away]

Act 6
Narrator : After that, the giant chased Timun Mas and he was getting closer and closer. Timun Mas then took a handful of salt from the bundle. She spread out the salt and magically a wide sea appeared between them.
TimunMas  : Take that you evil giant!
Buto Ijo : [Smirks] Ho…ho…ho. You think you can run away from me! No way in hell! Whoa…ha…ha…ha. C’mon I’ll get you! [Swims through the sea]
TimunMas  : Oh my God! How did he do that?? I don’t know he can swim!
Buto Ijo : Wait for me, you little girl!
TimunMas  : Oh no! He’s getting closer to me. There’s no other choice! Take this, giant!
Narrator : And then she took the chili seeds and threw them at the giant. Suddenly the seeds grew into some trees and trapped him. The next thing he knew, the trees grew some thorns as sharp as a knife.
Buto Ijo : Ouch…Ouch! How the hell these trees grew into thorns?? It hurts badly!
TimunMas  : Take that one too, evil creature!
Buto Ijo : So, you want to play with me huh? You’ll regret it when you lose!
TimunMas  : Oh no! He is still chasing me! I must run faster!
Narrator : Once again, the giant almost caught Timun Mas. So, Timun Mas took the cucumber seeds and threw them onto the ground.
Buto Ijo : What now? What’s this? Cucumbers are everywhere! They look delicious! I guess it’s better for me to have appetizers first.
TimunMas  : Hosh…Hosh…Oh I’m out of breath. But the giant was eating the cucumbers. This is my chance to run away!
Buto Ijo : [Yawns] Whoaaah…I’m very sleppy. I want to sleep first. After that I’ll find Timun Mas. Wait for me girl, I’ll come and make you my dinner tonight!
Narrator : Timun Mas kept on running as fast as she could. But soon she was very tired herself. And things were getting worse as the giant had woken up.
Buto Ijo : Whoaaah…I’m fresh again! Hey, Timun Mas, you can’t run away from me. I’ll get you! Hohoho…
TimunMas  : Oh, God, he has woken up! What shall I do, God? Please help me!
Buto Ijo : So, you want to play hide and seek, don’t you? Where are you? C’mon, c’mon little girl… come to your papa!
TimunMas  : God! Please help me!!
Buto Ijo : There you are, little girl! One more step and I’ll catch you!
TimusMas  : This is my last hope! [Throws something] Take that, Buto Ijo!
Narrator : Desperately she then threw her last weapon, the shrimp paste. Magically, the paste turned into a big swamp.
Buto Ijo : Oh, no, what’s this? It’s so sticky and smells fishy! Timun Mas…! I swear I will swallow you as soon as I catch you!
Narrator : The giant fell into the swamp but his hands almost reached Timun Mas. Suddenly the swamp pulled him to the bottom and his hands lost her.
TimunMas  : Finally I’m free!
Buto Ijo : Oh, no… help! Help me! Someone help me!
TimunMas  : No one will help you, giant, because you’re a bad person.
Buto Ijo : Please help me…!! I swear I won’t do something bad again! Promise me!
Hermit   : [comes out of the blue] Are you sure about your words?
Buto Ijo : Arggh… Hermit! Finally you come! Please help me!
TimunMas  : [shocks] Who are you?
Hermit   : [Turns his face  to Timun Mas] Ah, am I scared you? Let me introduce myself. I am a hermit. So just call me hermit. You don’t need to know my real name. And this giant is my best friend.
Buto Ijo : Yes, I am his best friend! Please get me out of here!
Hermit   : [Turns back to Buto Ijo] I will help you out if you promise you won’t do bad things again and stop being a greedy person.
Buto Ijo : Yes, I promise! I promise I will be a good person! You can count on me!
Narrator : Finally, the good hermit helped Buto Ijo, his best friend. As soon as the giant got out of the swamp, it was disappear. Then the giant apologized to Timun Mas as well as to the hermit. Fortunately they both forgave him. From then on, Buto Ijo lived as a good giant and always helped the peasants with their fields. As for Timun Mas, she lived happily with her parents with no fear anymore.

-The End-



Caracter:
1.    

2 karakter ini bias di perankan oleh 1 orang
 
Buto Ijo
2.     Timun Mas
3.     Hermit
4.     Mother
5.     Father
6.     Narrator  (pembaca)



















ACT 1
Narator: Pada suatu hari, di tempat yang jauh di dalam hutan, ada raksasa hijau bernama Buto Ijo dan pertapa suci. Mereka bersahabat sejak balita. Suatu hari, pertapa datang ke gua untuk melihat sahabatnya.
Pertapa: Apakah di dalam siapa pun? [
berjalan di dalam gua]
Buto Ijo: aku di sini.
Pertapa: Ada kamu adalah teman terbaik saya, apa yang kamu lakukan?
Buto Ijo: Makan. Bukankah sudah jelas?
Pertapa: Oh ... saya lihat. Apa yang Anda makan?
Buto Ijo: [respon Tidak
ada, hanya terus makan]
Pertapa: Kau begitu menyebalkan! Saya mau?
Buto Ijo: [Ternyata tubuhnya menjauh, tidak mau berbagi makanan dengan para pertapa]
Pertapa: [Marah] Seperti biasa, Anda tidak pernah berbagi saya makanan Anda meskipun saya selalu bersama saya kepada Anda! Anda raksasa pelit! Aku benci kamu!
Buto Ijo: Seperti Aku tidak peduli! [
melanjutkan makan]
Pertapa: Suatu hari keserakahan Anda akan mendapatkan pengembalian! Jangan menyesal! Aku pergi! [Mendapatkan keluar dari gua dengan kemarahan]

Act 2
Narator: Suatu hari, ada beberapa menyenangkan. Mereka tinggal di sebuah desa dekat hutan. Mereka hidup bahagia. Sayangnya, mereka tidak punya anak belum. Setiap hari mereka berdoa kepada Tuhan untuk seorang anak.
Ibu: Ya Tuhan ... tolong memberi kita anak. Aku berjanji akan selalu melindungi anak saya. Jawablah doa kita. Terima kasih Tuhan.
Narator: Raksasa hijau, Buto Ijo, kebetulan melewati rumah pasangan itu. Dia mendengar apa yang mereka doakan.
Buto Ijo: Wah ... ha ... ha ... ha! Aku dengar itu!
Ibu: [terengah] Ya Tuhan! W-Siapa kau?
Buto Ijo: Saya Buto Ijo.
Ayah: [datang ke arah istrinya] Apa dengan kebisingan? Siapa itu, Sayang?
Ibu: Oh suamiku, Buto Ijo ada di depan rumah kami. Aku takut. Dia akan membunuh kita berdua!
Buto Ijo: Wah ... ha ... ha ... ha ... Aku tidak akan membunuhmu. Tapi aku akan memenuhi permintaan Anda untuk memiliki anak.
Ayah: Anda hanya bercanda, bukan?
Buto Ijo: Tidak ... Tidak ... Aku serius, ya, aku benar-benar serius. Jika Anda tidak percaya saya itu tidak masalah.
Ibu: Baiklah ... Baiklah. Suami saya, mari kita lihat apa yang bisa dilakukannya untuk membantu kami.
Buto Ijo: [Memberi benih] Lihat, di sini adalah beberapa biji mentimun. Tanamlah biji ini, maka Anda akan mendapatkan anak perempuan.
Ayah: Apakah yang Anda maksud itu? Ini sangat mudah.
Buto Ijo: Ya, aku serius. Tapi ingat, pada hari ulang tahun ketujuh belas, aku akan kembali untuk mengambil gadis itu.
Ibu: Oh, suami ... silahkan saya ingin anak-anak! Mari kita coba tawarannya!
Ayah: Tapi ... Oh well, jika Anda bersikeras, aku akan mengambil tawarannya.
Ibu: [Busur bawah] Oh, terima kasih, suami! Terima kasih banyak, Buto Ijo!
Buto Ijo: Wah ... ha ... ha ... ha. Sampai jumpa lagi tujuh belas tahun dari sekarang, manusia. Dan ingat janji Anda. [Pergi]

 ACT 3
Narator: Keesokan harinya, pasangan menanam bibit. Beberapa bulan kemudian, mentimun emas tumbuh di halaman. Mentimun itu semakin besar dan besar setiap hari.
Ibu: Lihat! Lihat! Mentimun tumbuh sangat besar! Ini sangat fantastis!

Ayah: Ya, Anda benar. Apa yang sangat besar.
Ibu: Ini sudah matang. Apakah itu bekerja? Bagaimana ini hal besar memberi kami seorang anak perempuan?
Ayah: Saya tidak tahu. Jangan tanya saya.
Ibu: Saya kira sudah waktunya bagi kita untuk membukanya. Aku ingin tahu apa yang membuatnya begitu besar. Jangan Anda pikir begitu?
Ayah: Ya. Mari kita memotongnya menjadi dua.
Narator: Hati-hati, mereka memotong mentimun menjadi dua. Namun yang mengejutkan, mereka menemukan seorang bayi perempuan cantik di dalam mentimun. Bagaimana menyenangkan mereka.
Ibu: [terengah] Oh Tuhan! Ada seorang bayi perempuan di dalam mentimun ini! Apakah untuk nyata? Atau aku bermimpi?
Ayah: Ya itu. Kau ingin aku mencubit Anda untuk membuktikannya?
Ibu: Err ... Tidak, terima kasih. [Gelar bayi keluar] Bayi ini sangat lucu! Tuhan, terima kasih banyak! Terima kasih banyak!
Ayah: Apa yang akan kita beri nama dia?
Ibu: Saya rasa saya akan nama Timun Mas-nya, suami. Karena dia berasal dari timun dan dia lucu. Itu nama yang sangat cocok untuk dia, bukan?
Ayah: Saya setuju dengan Anda.

 ACT 4
Narator: Tahun berlalu dan Mas Timun tumbuh menjadi gadis yang manis. Orang tuanya sangat bangga padanya tapi hati mereka terluka parah ketika mereka ingat janji mereka untuk Buto Ijo. Pasangan itu lalu teringat bahwa ada seorang pertapa suci yang hidup di dalam hutan. Jadi mereka pergi ke sana untuk bantuan.
Ibu: [Mengetuk pintu] Permisi.
Pertapa: [Datang ke pintu dan membukanya] Bolehkah saya bertanya siapa Anda keduanya?
Ibu: Nama saya Sarni. Ini suamiku. Kami berdua adalah petani yang tinggal di desa dekat hutan.
Pertapa: Apa yang Anda inginkan dari saya?
Ayah: Kami membutuhkan bantuan Anda.
Pertapa: Oke, silahkan masuk Ceritakan keseluruhan cerita.
Narator: Pasangan itu mengatakan kepada pertapa tentang keinginan mereka dan bagaimana Buto Ijo memenuhinya. Dan juga janji mereka dibuat dengan Raksasa. Sang pertapa mendengarkan mereka hati-hati seperti dia mengangguk untuk kesekian kalinya, sampai pasangan selesai kisah mereka.
Pertapa: Seperti yang diharapkan, Buto Ijo melakukan hal yang mengerikan mungkin dia mau. Keserakahan menjelaskan semuanya. Kita perlu melakukan sesuatu.
Ibu: Tolong, baik Hermit, membantu kita. Jangan biarkan Buto Ijo mengambil satu putri tersayang. Dia telah bersama kami selama bertahun-tahun ketujuh belas.
Ayah: Istri saya benar, pertapa yang baik. Apa yang harus kita lakukan?
Pertapa: Harap diam dan berhenti menangis. Lihat, di sini adalah bundel. Ada empat hal dan pesan di dalamnya. Mereka akan membantu Mas Timun melarikan diri dari raksasa.
Ayah: [Membawa bundel] Anda yakin mereka akan bekerja?
Pertapa: Percayalah, itu akan. Buto Ijo harus dihukum karena tindakannya.
Ibu: Terima kasih banyak, pertapa yang baik!

 ACT 5
Narator: Kebetulan suatu hari pada hari ulang tahun ketujuh belas Timun Mas, Buto Ijo datang untuk janji pasangan.
Buto Ijo: Wah ... ha ... ha ... Hei, petani, di mana putri Anda yang indah? Saya datang ke sini untuk menjemputnya. Ingat janji yang Anda berkata kepada saya!
Ayah: Harap bersabar, Buto Ijo. Timun Mas, putri saya, bermain di lapangan.
Buto Ijo: Apa peduli! Aku tahu kau bohong! Tapi tidak apa, aku akan menemukannya sendiri! [Ternyata jauh untuk menemukan Mas Timun]
Ayah: Aku senang dia pergi. Mas Timun, datang ke sini, anak.
TimunMas: Ya, ayah, aku datang. Siapa itu?
Ibu: Dia adalah Buto Ijo, raksasa hijau. Untuk beberapa alasan, dia mencari Anda. Saya yakin dia akan kembali ke sini segera.
TimunMas: Ya Tuhan, apa yang akan dia lakukan padaku?
Ayah: Dengarkan aku, Timun Mas, yang harus Anda lakukan adalah lari dari padanya. [Memberikan bungkusan itu ke Mas Timun] Ambil berkas ini dengan Anda. Ini berisi biji cabai, garam, biji mentimun, dan terasi.
TimunMas: Apa yang harus saya lakukan dengan ini?
Ayah: Throw masing-masing ketika raksasa itu semakin dekat kepada Anda. Ini akan membantu Anda melepaskan diri dari raksasa.
TimunMas: Bagaimana dengan Anda, ibu dan ayah?
Ibu: Jangan khawatir tentang kita. Ya Tuhan, raksasa itu datang! Sekarang, jalankan, Mas Timun! Jalankan secepat Anda bisa! Harap berhati-hati!
TimunMas: Terima kasih, ibu dan ayah! Anda juga silahkan mengurus sendiri! [Berjalan jauh]

 ACT 6
Narator: Setelah itu, raksasa mengejar Timun Mas dan dia semakin dekat dan dekat. Mas Timun kemudian mengambil segenggam garam dari bungkusan itu. Dia menyebar garam dan ajaib lautan luas muncul di antara mereka.
TimunMas: Ambil yang jahat raksasa!
Buto Ijo: [nyengir] Ho ... ho ... ho. Anda pikir Anda bisa lari dari aku! Tidak mungkin di neraka! Wah ... ha ... ha ... ha. C'mon Aku akan membuat Anda! [Berenang melalui laut]
TimunMas: Ya Tuhan! Bagaimana dia melakukan itu?? Saya tidak tahu dia bisa berenang!
Buto Ijo: Tunggu saya, Anda gadis kecil!
TimunMas: Oh tidak! Dia semakin dekat dengan saya. Tidak ada pilihan lain! Ambil ini, raksasa!
NARATOR: Dan kemudian ia mengambil biji cabai dan melemparkan mereka di raksasa. Tiba-tiba benih tumbuh menjadi beberapa pohon dan menjebak dia. Hal berikutnya yang ia tahu, pohon-pohon tumbuh beberapa duri setajam pisau.
Buto Ijo: Aduh ... Aduh! Bagaimana sih pohon-pohon ini tumbuh menjadi duri? Rasanya sakit parah!
TimunMas: Ambil yang satu juga, makhluk jahat!
Buto Ijo: Jadi, Anda ingin bermain dengan saya ya? Anda akan menyesal ketika Anda kehilangan!
TimunMas: Oh tidak! Dia masih mengejar saya! Saya harus berjalan lebih cepat!
Narator: Sekali lagi, raksasa itu hampir tertangkap Mas Timun. Jadi, Mas Timun mengambil biji mentimun dan melemparkannya ke tanah.
Buto Ijo: Apa sekarang? Apa ini? Mentimun yang mana-mana! Mereka tampak lezat! Saya rasa itu lebih baik bagi saya untuk memiliki makanan pembuka pertama.
TimunMas: Hosh ... Hosh ... Oh aku kehabisan napas. Tapi raksasa itu makan mentimun. Ini adalah kesempatan saya untuk lari!
Buto Ijo: [Menguap] Whoaaah ... Saya sangat sleppy. Aku ingin tidur pertama. Setelah itu saya akan menemukan Mas Timun. Tunggu aku gadis, aku akan datang dan membuat Anda makan malam saya!
Narator: Timun Mas terus berlari secepat yang dia bisa. Tapi segera dia sangat lelah dirinya sendiri. Dan hal-hal yang semakin buruk sebagai raksasa terbangun.
Buto Ijo: Whoaaah ... aku segar kembali! Hei, Mas Timun, Anda tidak bisa lari dari saya. Aku akan membuat Anda! Hohoho ...
TimunMas: Oh, Tuhan, dia terbangun! Apa yang harus saya lakukan, Tuhan? Tolong bantu saya!
Buto Ijo: Jadi, Anda ingin bermain petak umpet, bukan? Di mana kau? Ayo, ayolah gadis kecil ... papa datang ke Anda!
TimunMas: Tuhan! Tolong bantu saya!
Buto Ijo: Ada Anda, gadis kecil! Satu langkah lagi dan aku akan menangkap Anda!
TimusMas: Ini adalah harapan terakhir saya! [Melempar sesuatu] Rasakan, Buto Ijo!
Narator: putus asa ia kemudian melemparkan senjata terakhir, pasta udang. Ajaib, pasta berubah menjadi rawa besar.
Buto Ijo: Oh, tidak, apa ini? Ini sangat lengket dan berbau amis! Timun Mas ...! Aku bersumpah aku akan menelan Anda segera setelah saya menangkap Anda!
Narator: Raksasa itu jatuh ke rawa tapi tangannya hampir mencapai Mas Timun. Tiba-tiba rawa menariknya ke bawah dan tangannya kehilangan dia.
TimunMas: Akhirnya aku bebas!
Buto Ijo: Oh, tidak ... membantu! Bantu saya! Seseorang membantu saya!
TimunMas: Tidak ada yang akan membantu Anda, raksasa, karena Anda adalah orang yang buruk.
Buto Ijo: Tolong bantu saya ...! Aku bersumpah aku tidak akan melakukan sesuatu yang buruk lagi! Janji saya!
Pertapa: [keluar dari blue] Apakah Anda yakin tentang kata-kata Anda?
Buto Ijo: Arggh ... Hermit! Akhirnya anda datang! Tolong bantu saya!
TimunMas: [guncangan] Siapa kau?
Pertapa: [Ternyata wajahnya ke Mas Timun] Ah, saya takut Anda? Mari saya memperkenalkan diri. Saya seorang pertapa. Jadi panggil saja aku pertapa. Anda tidak perlu tahu nama asliku. Dan raksasa ini adalah teman terbaik saya.
Buto Ijo: Ya, saya sahabatnya! Tolong keluarkan aku dari sini!
Pertapa: [Ternyata kembali ke Buto Ijo] Saya akan membantu Anda jika Anda berjanji tidak akan melakukan hal-hal buruk lagi dan berhenti menjadi orang yang serakah.
Buto Ijo: Ya, aku janji! Aku berjanji akan menjadi orang baik! Anda dapat mengandalkan saya!
Narator: Akhirnya, pertapa yang baik membantu Buto Ijo, sahabatnya. Segera setelah raksasa keluar dari rawa-rawa, itu menghilang. Kemudian raksasa itu meminta maaf kepada Mas Timun serta pertapa. Untungnya mereka berdua memaafkannya. Sejak saat itu, Buto Ijo hidup sebagai raksasa yang baik dan selalu membantu para petani dengan bidang mereka. Adapun Mas Timun, dia hidup bahagia bersama orang tuanya dengan tidak takut lagi.

-The End-


 
TOP