Loading...

Friday, 11 March 2011

CARA MELAKUKAN HIPNOTIS




Definisi : Hipnotis adalah salah satu cabang magic yang digunakan untuk bermain dengan alam bawah sadar manusia. Setelah seseorang memasuki alam bawah sadarnya, kita bisa menanamkan sugesti tertentu dalam pikiran mereka, dan membuat mereka melakukan hal-hal yang kita perintahkan.

Untuk mempermudah proses belajar anda, kunjungi juga video-video tutorial hipnotis berikut ini.
Video Tutorial Hipnotis
Panduan-panduan cara melakukan hipnotis, termasuk beberapa video untuk menghipnotis diri anda sendiri menjadi lebih baik. Kunjungi artikel dan video-videonya di link berikut : http://www.squidoo.com/belajar-cara-hipnotis

Perlu Diketahui :
- Hipnotis (terutama "extreme hypnotist" seperti yang sering dilakukan Romi Rafael) hanya akan berhasil apabila sang objek (sukarelawan) bersedia dihipnotis.

- Alam pikiran manusia dibagi menjadi dua, yaitu alam sadar (conscious mind) dan alam bawah sadar (unconscious mind). Tujuan hipnotis adalah membuat sang sukarelawan berada di alam bawah sadar mereka. Keadaan setelah sang sukarelawan melakukan berbagai macam hal dalam pengaruh alam bawah sadar disebut "trans".

Prosedur :

1. Percaya Diri
Sebelum melakukan hipnotis, anda harus benar-benar yakin dan percaya bahwa anda mampu menghipnotis orang lain. Yakinkan diri anda bahwa anda adalah seorang ahli hipnotis yang hebat. Tanpa rasa percaya diri, hipnotis yang anda lakukan pasti gagal.

2. Ritme
Sesuaikan ritme suara anda dengan kecepatan nafas sang sukarelawan. Hal ini bisa dilakukan dengan memperhatikan gerakan rongga diafragma saat sang sukarelawan bernafas. Saat yang paling tepat untuk menggiring sang sukarelawan memasuki alam bawah sadar mereka adalah saat mereka sedan menghembuskan nafas (seperti yang sering dilakukan oleh Romi Rafael).
Biasanya, jika hipnotis berjalan dengan sukses, tempo dan ritme nafas sang sukarelawan menjadi lebih lambat. Saat itu, perlambatlah tempo dan ritme bicara anda sesuai dengan ritme nafas sang sukarelawan.

3. Nada Suara
Ada dua macam nada suara yang dapat digunakan dalam hipnotis.

a. Nada Suara Monoton
Metode ini sering dipakai oleh Romi Rafael. Nada suara monoton adalah nada suara yang datar dan cenderung sama dari awal sampai akhir, dengan penggunaan kata yang terus-menerus diulang. Tujuan menggunakan nada suara monoton adalah agar alam sadar sang sukarelawan merasa bosan, sehingga ia lebih mudah memasuki alam bawah sadarnya.

b. Nada Suara Bergelombang
Nada suara yang dipakai adalah nada suara naik-turun, lemah-keras, rendah-tinggi. Pelaku hipnotis mula-mula akan berbicara dengan nada rendah, kemudian semakin meninggi hingga membawa sang sukarelawan ke dalam keadaan "trans".

Silakan pilih salah satu nada suara yang sesuai dengan kepribadian anda. Pilihlah yang paling nyaman dan enak saat anda mengucapkannya.


4. Membawa sang sukarelawan memasuki alam bawah sadar

Pertama, perintahkan sang sukarelawan untuk melakukan suatu rutinitas, misalkan "Berhitunglah dari 1 sampai 10, tiap-tiap hitungan akan membuat anda memasuki alam bawah sadar anda".
Atau "Tarik nafas dalam-dalam...dan hembuskan".
Atau tanyakan "Siapakah nama anda?"

Di tengah-tengah proses itu, jabat tangannya, tatap matanya, dan lakukan sesuatu yang mengejutkan sehingga ia dengan cepat memasuki alam bawah sadarnya. Sesuatu yang mengejutkan itu antara lain :

-. Menyentakkan jabatan tangan
-. Mengangkat pergelangan tangannya ke atas
-. Menjentikkan jari anda ke dahi sukarelawan

Ingat, saat melakukan hal-hal tersebut, tetap pertahankan kontak mata dengan sang sukarelawan. Setelah itu, buat sang sukarelawan melakukan hal-hal yang anda perintahkan dengan kalimat hipnotis.

5. Kalimat Hipnotis
Kalimat-kalimat hipnotis harus diucapkan dengan lancar, tanpa kata-kata seperti "eee...", "mmm..", "eh...", dan sebagainya. Kalimat hipnotis biasanya adalah kalimat perintah bernada sugestif, singkat, padat, dan diucapkan berulang-ulang.

Contoh kalimat hipnotis :
Hal pertama yang harus anda lakukan adalah......
Membuat diri anda merasa nyaman.....
Duduklah di kursi dengan kedua tangan di atas paha....
Setelah anda merasa nyaman.......
Fokuskan pandangan mata anda ke satu titik.....
betul......
Arahkan pandangan mata anda ke titik ini.......
Mata anda akan semakin berat......
Semakin berat.....
Dan anda akan tertidur......

(........) menandakan anda harus memberikan jeda sebelum menuju ke kalimat selanjutnya.

Anda sekarang berada di tepi pantai yang indah...
Sangat indah....
Dan akan menjadi lebih indah......
Anda akan melihat ombak dan buih....
Angin sepoi-sepoi...
Pohon kelapa yang teduh.....
Rasakan semuanya.....
Rasakan dengan seluruh panca indra anda.....
Masuklah ke dalam air.....
Rasakan dinginnya....
Gunakan kedua tangan anda untuk berenang melewati lautan....
dsb....dsb....

Untuk menyadarkan kembali sang sukarelawan, anda bisa menggunakan kalimat berikut :

Anda akan melihat sebuah perahu....
Yang siap membawa anda meninggalkan pantai ini...
Tapi anda akan tahu....
Segala memori indah tentang pantai ini akan tetap ada dalam pikiran anda....
Ketenangannya....
Keteduhannya...
Jadi....
Naiklah ke perahu tersebut.......
Dan anda akan menemukan suatu pesan tertulis di perahu itu...
Mulailah berhitung dari 1 sampai 10.....
Dan tiap hitungan aakan membawa anda meninggalkan alam bawah sadar...
Dan kembali ke alam sadar....
dst...dst...

Yang perlu diingat, tempo, ritme, nada, dan volume saat mengucapkan kalimat hipnotis harus konsisten.

Hipnotis adalah cabang ilmu magis yang sangat sulit dikuasai. Untuk menguasainya diperlukan waktu yang tidak sebentar. Jadi, bila anda mempraktekkan hal-hal yang tertulis di sini namun masih gagal dalam melakukan hipnotis, hal itu sangatlah wajar. Teruslah berlatih dan berlatih, maka anda akan menjadi ahli hipnotis yang ulung.
Untuk melatih kepercayaan diri anda, cobalah trik "Pseudo-Hypnosis" di bawah ini :
http://wikumagic.blogspot.com/2009/05/pseudo-hypnosis.html


Video Tutorial Hipnotis
Panduan-panduan cara melakukan hipnotis, termasuk beberapa video untuk menghipnotis diri anda sendiri menjadi lebih baik. Kunjungi artikel dan video-videonya di link berikut : http://www.squidoo.com/belajar-cara-hipnotis
Kunjungi dan berpartisipasilah dalam voting magician Internasional terbaik di link berikut ini :
http://www.squidoo.com/best-female-magicians

BELAJAR ASTRAL PROJECTION



This article is written in two languages, English and Indonesian

Astral Projection adalah sebuah kondisi di mana jiwa kita terlepas dari badan, dan melakukan perjalanan terpisah dari badan. Astral Projection bukanlah mimpi, bukan pula trik magic. Astral Projection lebih dekat pada istilah meditasi dan spiritualisme, namun metode ini menjadi sangat populer di kalangan masyarakat setelah Joe Sandy, seorang magician, membawakan teknik ini di panggung The Master. Untuk mengetahui dan mengalami Astral Projection lebih mendalam, mari kita pelajari artikel berikut :

Astral Projection is a condition in which our souls apart from bodies, and traveled separately from the body. Astral Projection is not a dream, nor a magic trick. Astral Projection closer to the term meditation and spiritualism, but this method became very popular among the people after Joe Sandy, a magician, brings this technique at the stage of The Masters (Indonesian Magic TV Show). To know better about Astral Projection, let's read the following articles:

Artikel Lengkap Tentang Astral Projection dan Langkah-Langkah Astral
Complete Guides to Astral Projection and steps within it (written in Indonesian)

Saya sangat merekomendasikan anda untuk membaca artikel yang saya tulis ini, karena berkaitan dengan teknis pelaksanaan Astral Projection. Sangat wajib dipelajari jika anda ingin melakukan Astral Projection.

I highly recommend to read this articles, because it relates to the technical implementation of Astral Projection. Compulsory to be learned if you want to do Astral Projection.

Ebook Teknik Melakukan Astral Projection
E-Book Complete Techniques for Astral Projection
Sebuah ebook panduan yang ditulis untuk melakukan Astral Projection. Ada beberapa metode alternatif Astral Projection yang harus anda terapkan di artikel ini.

A guide ebook that was written to do Astral Projection. There are several alternative methods of Astral Projection you can apply in this article.

Video Joe Sandy melakukan Astral Projection
Video of Joe Sandy performing Astral Projection
Aksi Joe Sandy melakukan Astral Projection, sekadar gambaran bagi anda tentang perjalanan di dunia astral.

Performance of Joe Sandy did Astral Projection, just a picture for you about travel in the astral world.

Image Source : By By molesarecoming
Contents at a Glance

1. Belajar Astral Projection
2. Video Seputar Astral Projection
3. Pertanyaan Seputar Astral Projection
4. Ikuti artikel seputar Astral Projection...
5. Astral Projection on Twitter
6. Opini Anda Seputar Astral Projection
7. Artikel lain seputar sulap, hipnotis, da...

This Article Is Written in Two Languages, English and Indonesian
Belajar Astral Projection
Learning Astral Projection

1. Pilih Waktu Yang Tepat (Choose The Correct Time)
Waktu paling tepat untuk melakukan Astral Projection adalah saat pagi hari, satu jam sebelum anda biasa bangun pagi. Jangan melakukan Astral Projection di malam hari. Pagi hari adalah waktu yang paling tepat untuk Astral Projection karena pada pagi hari, keseimbangan zat-zat kimia di otak kita (terutama melatonin dan cortisol) berada di level tertinggi, dan zat-zat ini sangat diperlukan untuk berkonsentrasi melakukan Astral Projection.

The most appropriate time to do Astral Projection is the time of the morning, an hour before you usually wake up early. Do not do Astral Projection at night. Morning is the best time to Astral Projection because in the morning, the balance of chemicals in our brains (especially melatonin and cortisol) are at the highest level, and these substances are needed to do Astral Projection.

2. Persiapan Dasar (Basic Preparation)

Gunakan baju yang nyaman dan longgar. Jika anda merasa kedinginan, gunakan selimut.

Use a comfortable and loose clothes. If you feel cold, use blankets.

3. Relaksasi Tubuh (Body Relaxation)

Proses ini bisa berlangsung selama 30 sampai 60 menit. Cobalah untuk rileks, hingga tubuh kita mencapai kondisi "Sleep Paralysis", di mana kondisi badan menjadi sangat relaks, sehingga seolah-olah terasa lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Pada tahap ini, anda akan memasuki tahap "Trans"/ "Trance".
Untuk mencapai tahapan ini, anda akan sangat terbantu bila mendengarkan "Binaural Beats", sebuah gelombang yang bisa membantu otak anda dalam proses relaksasi tubuh. Binaural beats memancarkan dua frekuensi berbeda di dua telinga, dan bisa membantu tubuh dan otak anda mencapai tahapan Astral Projection jauh lebih mudah. Pastikan untuk mendengarkan binaural beats dengan headphone stereo
Berikut adalah contoh-contoh Binaural Beats :

This process can last for 30 to 60 minutes. Try to relax, until your body reaches a state of "Sleep Paralysis", where the body becomes very relaxed, so as if was paralyzed and can not be moved. At this stage, you will enter the stage of "Trans" / "Trance".
To reach this stage, you will be very helpful when listening to "Binaural Beats", a wave that can help your brain in the process of relaxation of the body. Binaural beats emit two different frequencies at the two ears, and can help you achieve the body and brain Astral Projection stage much easier. Be sure to listen to binaural beats with stereo headphones
Here are examples of Binaural Beats:

Sonic Dream
Sebuah gelombang yang berfungsi untuk mempercepat proses Astral Projection saat anda mendengarkannya.

A wave which helps to accelerate the process when you listen to Astral Projection.

Theta Binaural Beats
Gelombang musik dengan frekuensi sangat rendah, 4,2 Hz. Berguna apabila anda ingin melakukan Astral Projection dengan kondisi tidur yang sangat nyenyak.

A wave of music with very low frequency, 4.2 Ghz. Useful if you want to do Astral Projection in very deep sleep state.

Acoustic Wave Astral
Gelombang Akustik untuk Astral Projection. Secara musikal, lebih enak didengarkan daripada dua gelombang sebelumnya.

Acoustic Wave for Astral Projection. In term of musical melody, it is better than two previous waves

Binaural Beats : Free Your Mind
Beat yang memiliki dua fungsi sekaligus, Astral Projection dan Lucid Dream. Rekomendasi untuk orang yang sebelumnya sudah pernah melakukan Astral Projection.

Beat that has two functions at once, Astral Projection and Lucid Dream. Recommended for people who previously had never done Astral Projection.

Delta Binaural Beats
Berbeda dengan gelombang-gelombang sebelumnya, gelombang Delta memiliki efek yang lebih keras dan kuat ke tubuh. Berguna jika anda ingin melakukan Astral Projection dengan cepat dalam periode yang singkat.

Unlike the previous waves, delta waves havestronger effects to the body. Useful if you want to do Astral Projection quickly in a short period.

4. Trance dan Sleep Paralysis
Kondisi ini, seperti yang telah dibahas di atas adalah saat di mana tubuh anda menjadi sangat relaks sehingga seolah-olah terasa lumpuh. Tahap ini adalah tahap paling rawan, di mana Astral Projection sering gagal. Oleh karena itu, bantuan dari musik Binaural Beats mutlak diperlukan.
Dalam tahap ini, jangan sampai kita tertidur. Biasanya, pikiran sadar kita tertidur sebelum tubuh kita. Dalam Astral Projection, kita harus membalik proses ini, di mana tubuh kita harus lebih dulu tertidur dari pikiran kita. Cobalah untuk melakukan relaksasi mulai dari kepala hingga kaki, per tiap-tiap anggota tubuh.

This condition, such as those discussed above is the moment where your body becomes very relaxed, so as if it was paralyzed. This stage is the stage most vulnerable, where Astral Projection often fail. Therefore, the help of Binaural Beats music is absolutely necessary.
In this stage, lest we fall asleep. Usually, our conscious mind is asleep before our bodies. In Astral Projection, we must reverse this process, in which the body had to sleep before minds do. Try to do the relaxation from head to toe, as each and every part of the body.

5. Pelepasan Tubuh Astral dengan Tubuh Fisik (Releasing the Astral Body from the Physical Body)
Proses pemisahan ini terjadi dengan cepat, seolah-olah anda tersedot sebuah vacuum cleaner. Kontrol pikiran anda, cobalah untuk bergerak tanpa menggerakan tubuh fisik anda. Jika anda mengalami pergerakan di tubuh fisik, jangan diteruskan, karena keseluruhan proses Astral bisa gagal. Bayangkan tubuh Astral anda berada di tempat terpisah dengan tubuh fisik, dan cobalah untuk bangkit. Jika anda bisa melihat diri anda sedang tertidur, berarti anda berhasil melakukan metode Astral Projection.

This separation process occurs quickly, as if you sucked a vacuum cleaner. Control your mind, try to move without moving your physical body. If you experience movement in the physical body, do not proceed, because the whole process could fail. Imagine your astral body was in a place separate from the physical body, and try to get up. If you could see yourself lay down asleep on the bed, it meansyou managed to do Astral Projection successfully.

6. Perjalanan Astral (Astral Projection Travel)
Di tahap ini, anda bebas untuk melakukan perjalanan di dunia Astral. Jangan dibayangkan, anda akan berjalan dari satu tempat ke tempat lain dengan cara normal. Dalam kondisi Astral Projection, pikiran andalah yang berperan menggerakan tubuh Astral anda ke tempat lain. Dengan pikiran anda, cobalah untuk menentukan suatu tujuan spesifik. Perjalanan Astral bisa dikatakan sebebas mimpi, tidak ada batas. Anda bisa mengunjungi orang yang anda sayangi, pergi ke dimensi dan galaksi lain, melayang terbang menembus bangunan, atau bahkan menghadiri semacam kelas di dunia Astral. Intinya, nikmati perjalanan anda.

At this stage, you are free to travel in the astral world. Do not imagine, you will walk from one place to another in the normal way. Under conditions of Astral Projection, your Astral Body will be moved by your mind. With your mind, try to determine a specific purpose. Astral Travel can be said to be as free as a dream, no limits. You can visit another people, go to other dimensions and galaxies, floating fly through the building, or even attend classes in a kind of astral world. The point is, enjoy your trip.

Thursday, 10 March 2011

ASKEP TUMOR INTRAKRANIAL

Askep tumor intrakranial
BAB I
PENDAHULUAN

Otak mengawal pemikiran, kecerdikan, ingatan dan emosi kita. Ia juga mengkoordinasi fungsi tubuh (seperti pergerakan, peredaran darah dan penghasilan hormon) dan mengirim perintah dari saraf-saraf (penglihatan, pendengaran, bau, sentuhan dan rasa) kita.
Otak berada didalam rongga tengkorak, yang dilindungi oleh selaput durameter. Struktur tulang tengkorak yang kaku dan keras serta selaput durameter yang tidak elastis mengurangi kemungkinan pengembangan jaringan otak dalam keadaan tertentu. Di dalam rongga tengkorak yang kaku terdapat jaringan otak, darah dan pembuluh darah serta cairan serebrospinalis.
Berat otak ialah kira-kira satu setengah kilogram dan dikelilingi dan dilindungi oleh tengkorak. Saraf tunjang (korda spina) terletak di dalam spina (tulang belakang): ia terdiri daripada sel-sel saraf dan berkas saraf yang menyambung otak ke seluruh bahagian badan. Saraf tunjang bermula dari pangkal otak dan berakhir di pangkal turus spina.
Otak dan saraf tunjang membentuk sistem saraf pusat (central nervous system). Bagian-bagian sistem saraf pusat ini sebagian besarnya terdiri dari sel-sel saraf yang disebut neuron. Neuron membawa pesan ke sekitar tubuh yang membolehkan kita bertindak seperti yang kita ingini (contohnya, berdiri dan terus berjalan). Neuron juga membolehkan fungsi badan yang kita tidak sadari langsung: contohnya, menyebabkan jantung berdetak cepat karena kita berolahraga.




BAB II
TINJAUAN TEORITIS

A. KONSEP PENYAKIT
1. DEFINISI
Tumor otak intrakranial adalah sebuah lesi yang terletak pada intrakranial yang menempati ruang di dalam tengkorak dan selalu bertumbuh sebagai sebuah massa yang berbentuk bola tetapi juga dapat tumbuh menyebar, masuk ke dalam jaringan.

2. ETIOLOGI
Terjadi akibat dari kompresi dan infiltrasi jaringan akibat perubahan fisik bervariasi, yang menyebabkan beberapa atau semua kejadian patofisiologis sebagai berikut :
1) Peningkatan Tekanan Intrakranial (TIK) dan edema serebral
2) Aktivitas kejang dan tanda-tanda neurologis fokal
3) Hidrosefalus
4) Gangguan fungsi hipofisis

3. KLASIFIKASI
Identifikasi dan klasifikasi tumor otak merupakan hal yang sulit. Modifikasi Bailey Cushing berdasarkan histogenesis digunakan bermacam-macam klasifikasi. Di bawah ini klasifikasi menurut Kempe dkk.
1) Menurut asalnya:
Tumor primer dari jaringan otak sendiri tumor otak metastasis.
2) Menurut gambaran histologik.
Glioma : astrositoma, meduloblastoma, ependimoma, glioma batang otak, glioma kiasma dan nervus optikus. kraniofaringioma, papiloma pleksus koroideus, pinealoma tumor lain seperti jaringan saraf, neurinoma, meningioma.
3) Menurut lokalisasi tumor.
Supratentorial:
a) Daerah supraselar : kraniofaringioma, glioma kiasma optikus.
b) Daerah talamus dan ventrikel IV : pinealoma, glioma, hamartoma.
c) Daerah hemisfer serebri : elioma. ependimoma, sarkoma.

4. PATOFISIOLOGI.
Tumor otak menyebabkan peningkatan intracranial serta tanda dan gejala local sebagai akibat dari tumor yang mengganggu bagian dari spesifik otak. Sesuai dengan hipotesis Monroe-killie yang dimodifikasi, bahwa tengkorak adalah sebuah ruangan kaku yang berisi materi esensial yang tidak dapat tertekan : benda otak, darah dalam vaskuler dan cairan serebrospinal (CSS). Jika salah satu komponen dalam tengkorak volumenya meningkat, TIK akan meningkat, kecuali satu dari komponen lain menurunkan volumenya. Konsekuensinya terdapat perubahan volume otak bila terjadi gangguan seperti tumor otak atau edema serebral ini akan menimbulkan tanda dan gejala peningkatan intracranial.
Gejala- gejala peningkatan TIK disebabkan oleh tekanan yang berangsur-angsur terhadap otak akibat pertumbuhan tumor. Pengaruhnya adalah gangguan keseimbangan yang nyata antara otak, cairan serebrospinal, dan darah serebral (semua terletak didalam tengkorak). Sebagai akibat pertumbuhan tumor maka kompensasi penyesuaian diri dapat dilakukan melalui penekanan pada vena intracranial, melalui penurunan volume cairan serebrospinal (melalui peningkatan absorpsi dan menurunkan produksi), penurunan sedang pada aliran darah serebral dan menurunnya masa jaringan otak intraselular dan ekstraselular. Bila kompensasi ini semua gagal, pasien mengalami tanda dan gejala peningkatan TIK.

5. GAMBARAN KLINIS
1) Gejala-Gejala Umum
Akibat peninggian tekanan intrakranial.
a) Muntah
Merupakan gejala tetap dan sering sebagai gejala pertama, timbulnya terutama pagi hari tanpa didahului rasa mual, pada tingkat lanjut, muntah menjadi proyektil.
b) Sakit kepala
Dijumpai pada 70% penderita yang bersifat serangan ber-ulang-ulang, nyeri berdenyut, paling hebat pagi hari, dapat timbul akibat batuk, bersin dan mengejan. Lokasi nyeri unilateral/bilateral yang terutama dirasakan daerah frontal dan suboksipital.
c) Gejala mata
o Strabismus/diplopia dapat terjadi karena regangan nervus abdusens.
o Edema papil pada funduskopi merupakan petunjuk yang sangat penting untuk tumor intrakranial. Bailey menemukan gejala ini path 80% tumor otak anak
d) Pembesaran Kepala
Terutama pada anak di bawah umur 2 tahun yang fontanelnya belum tertutup. Gejala ini tidak khas untuk tumor otak, hanya menunjukkan adanya peninggian tekanan intrakranial
e) Gangguan kesadaran
Dapat ringan sampai yang berat.
f) Kejang
Sangat jarang, kira-kira 15% pada anak dengan tumor supratentorial; pada tumor infratentorial, kejang menunjukkan tingkat yang sudah lanjut.
g) Gangguan mental
Lebih sering ditemukan pada orang dewasa, terutama bila tumor berlokasi pada lobus frontalis atau lobus temporalis.

2) Gejala-gejala lokal sesuai lokasi tumor
a) Tumor infratentorial: karena letaknya di fosa posterior, maka gejala lokal yang ditemukan ialah
o Gejala serebelar berupa ataksia, gangguan koordinasi, nistagmus dan gangguan tonus otot.
o Gejala batang otak: pada umumnya berat karena pada batang otak terdapat pusat-pusat vital serta pusat saraf kranialis.
o Gejala nervi kranialis: akibat peregangan atau penekanan tumor terutama N.VI, juga N.V, VII, IX dan X.
b) Tumor Supratentorial:
o Tumor Supraselar memberikan gejala utama berupa gangguan penglihatan dan gangguan endokrin/metabolik.
o Tumor Hemisfer serebri: Gejala yang timbul bergantung pada lokalisasi tumor di area/lobus hemisfer, umpamanya sindroma lobus frontalis atau sindroma lobus ternporalis.
3) Sifat-sifat beberapa tumor otak :
a) Astrositoma serebelar: Merupakan kira-kira 11-30% tumor intrakranial, insidensi umur 3-8 tahun. Lokalisasi pada hemisfer kiri atau kanan, berbentuk kista, tidak invasif dan tidak memberikan metastasis

b) Meduloblastoma: Kira-kira 15-25% pada bayi dan anak, insidensi 3-5 tahun, lebih sering pada laki-laki daripada perempuan Lokasi pada vermis serebelum. Paling ganas, sering bermetastasis ke luar susunan saraf pusat. Gejala ataksia pada tumor ini tidak menunjukkan lateralisasi.
c) Ependimoma: kira-kira 8% tumor otak; berasal dari ependim dasar ventrikel, bertumbuh ke arah rongga ventrikel yang mengakibatkan obstruksi dini aliran likuor. Sering mengalami kalsifikasi. Gejala utama berupa peninggian tekanan intrakritnial.
d) Glioma batang otak : kira-kira 8-20% tumor otak pada anak, dan 75% di antaranya pada umur 7-10 tahun
e) Kraniofaringioma: jarang (hanya 4%) tetapi paling sering

6. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
1) Klinik.
2) Pemeriksaan tambahan, antara lain:
a) Foto polos kepala
Pemeriksaan ini penting untuk mendiagnosis dan evaluasi suatu tumor otak. Pemeriksaan ini meliputi anteroposterior, lateral dan basiler. Dapat dilihat tanda-tanda peninggian tekanan intrakranial, kalsifikasi atau proses lain dalam kepala.
b) Pneumoensefalografi dan ventrikulografi : terutama untuk memberikan informasi mengenai perubahan bentuk ventrikel dan gangguan sirkulasi akibat tumor sekitarnya
c) Angiografi : sukar dilakukan pada anak, dapat dilihat adanya perubahan arsitektur vaskular otak.
d) Brain Scan: makan waktu 15-30 menit, sukar dipakai pada anak. Digunakan untuk mendeteksi adanya tumor supratentorial, sedangkan tumor infratentorial agak kurang memuaskan hasilnya
e) CT scan : paling diandalkan masa kini karena prakis, tidak makan waktu lama dan juga tidak invasif, hanya mahal . Dapat mendeteksi baik tumor supratentorial maupun infratentorial.
f) Ekoensefalografi: tidak menunjukkan langsung adanya tumor, tetapi memperlihatkan adanya pergeseran struktur-struktur di garis tengah otak
g) Elektroensefalografi: terutama penting untuk mengetahui lokalisasi tumor supratentorial, kira-kira 70% dapat diketahuinya
h) Pemeriksaan cairan likuor : tidak dianjurkan pada tumor intrakranial, hanya dapat dilakukan bila tidak ada tanda-tanda peninggian tekanan intrakranial. Cairan likuor dapat diperoleh dengan pungsi ventrikel. Adanya tumor dapat dibuktikan dengan peninggian protein dan adanya sel-sel ganas.


7. PENGOBATAN
1) Tindakan Pembedahan
Bila tidak akan menimbulkan defisit nerologik yang terlalu mengganggu, reseksi total merupakan treatment of choice Tindakan ini bergantung pada sifat, lokalisasi, perluasan dan lamanya berlangsung tumor.
2) Radioterapi
Diberikan pada tumor yang radiosensitif, dan biasanya dilakukan setelah reseksi total atau parsial.
3) Kemoterapi
Hasilnya masih kurang memuaskan, dan tidak semua obat anti-tumor dapat meliwati sawar darah otak. Titik tangkap kerja obat anti-tumor ialah pada sintesis DNA (replikasi), sintesis RNA dari DNA (transkripsi) dan sintesis protein dari RNA (translasi)
Obat-obat yang biasa digunakan pada tumor otak ialah:
a) Vinkristin: suatu vinka alkaloid, terutama efektif terhadap leukemia. Hasil baik juga pada meduloblastoma dan glioblastoma. Efek samping ialah toksis terhadap saraf perifer.
b) Methotrexate : intratekal, terutama untuk meduloblastoma, ependimoma & astrositoma.
c) Sitosin arabinosid: juga dipakai pada tumor otak tetapi hasilnya masih belum diketahui.



B. ASUHAN KEPERAWATAN
1. PENGUMPULAN DATA
a. Identitas Klien
Nama :
TTL :
Umur :
Jenis kelamin :
Alamat :
Agama :
Suku/bangsa :
Pendidikan :
Pekerjaan :
Tgl. MRS : Jam :
Tgl. Pengkajian : Jam :
Diagnosa medis :




b. Sumber informasi
Nama :
Pendidikan :
Pekerjaan :
Alamat :







2. RIWAYAT KESEHATAN
a. Riwayat Keluhan Utama
o Nyeri kepala.
o Mual dan muntah
o Kejang.

b. Riwayat Kesehatan Sekarang
o Gejala yang menyertai : Gangguan kesadaran, Kebingungan, hilang keseimbangan, pucat, mual dan muntah, gangguan pada penglihatan bau dan rasa,

c. Riwayat Kesehatan Terdahulu
o Apakah pernah mengalami cedera kepala.

d. Riwayat Kesehatan Keluarga.
o Apakah ada keluarga yang pernah mengalami tumor otak.

e. Riwayat Kesehatan Lingkungan.
o Pasien mempunyai rumah dengan ventilasi yang cukup.

f. Riwayat Kesehatan Psikososial.
o Apakah ada perasaan terisolasi karena tidak dapat beraktifitas dalam masyarakat.

3. POLA KEGIATAN SEHARI-HARI (GORDON)
a. Pola persepsi kesehatan dan manajemen Kesehatan.
Tindakan yang dilakukan sebelum masuk R.S : Pasien minum obat anti nyeri.
b. Pola Nutrisi / Metabolik
a) Makan :
o Selera Makan : Selera makan berkurang
o Porsi makan : Tidak dihabiskan
o Gangguan menelan : Ada (batuk, air liur keluar, disfagia).

b) Minum :
o Jenis air yang diminum
o Setelah minum muntah : ya / tidak
o Keluhan lain yang dirasakan pada saat minum :sakit saat menelan
o Terjadi penurunan berat badan.

c. Pola Eliminasi :
a) BAK:
o Rasa nyeri waktu BAK : Tidak
o Bau urine : Pesing
o Warna urine :
o Gangguan lain inkontinensia kandung kemih / usus atau mengalami gangguan fungsi.
b) BAB:
o Rasa nyeri waktu BAB: Tidak
o Bau feaces : Busuk / khas
o Konsistensi : Lembek

d. Pola Aktivitas :
o Mobilisasi
o Aktivitas klien : Dibantu oleh perawat
o Gangguan lain yang dirasakan saat beraktivitas : merasa lemah, lelah, kaku, hilang keseimbangan.


e. Pola Tidur dan Istirahat :
o Tidur dalam sehari
o Tidur malam biasanya terbngun karena gelisah
o Tidur siang kadang tidak bisa tidur karena ribut
o Gangguan lain sakit kepala dengan intensitas dan lokasi yang berbeda,biasanya lama.
f. Pola Perseptual / Kognitif :
o Penglihatan :perubahan dalam penglihatan
o Pendengarangan : kehilangan pendengaran
o Perabaan :sensitive terhadap sentuhan dan gerakan
o Bagaimana persepsi terhadap panca indra :terjadi kehilamgan pengindraanqseperti,pengecpan,penciuman dan pendengaran.

g. Pola Persepsi Diri / Konsepsi Diri
o Gambaran diri : Rasa terisolasi
o Mekanisme koping : Kurangnya percaya diri,citra diri terganggu,merasa putus asa.

h. Pola Peran / Hubungan
o Dengan orang terdekat : sering merasa jauh dari keluarga
o Hubungan teman tetangga dan orang lain, merasa terasing, tidak dapat melaksanakan aktifitas sosial.

i. Pola Seksual /Reproduksi
o Haid terganggu pengaruhi HB menurun

j. Pola Koping Toleransi
o Kecemasan meningkat
o Tidak dapat membut keputusan, pemecahan masalah
k. Pola Nilai Kepercayaan
o Sering berdoa meminta bantuan kepada TUHAN agar mendapat kesembuhan.

4. PEMERIKSAAN FISIK
a. Keadaan umum : Sakit
Keadaan sakit :
Kesadaran :
TTV, TD : mmHg
N : x/menit
R : x/menit
S : 0C.

b. System Cardiovaskuler
o Inspeksi, pada daerah aorta, pulmonalis, trikuspidalis
o Palpasi, pada daerah aorta, pulmonalis serta trikuspidalis

c. System pernafasan
o Hidung dan sinus parasinalis
o Leher
o Thoraks dan paru
d. System Pencernaan
o Mulut dan Orofaring
o Abdomen
e. System Perkemihan
o inspeksi : Keadaan abdomen
o Palpasi : Ginjal tidak teraba
o Perkusi : Tidak ada nyeri tekan
o Auskultasi : Tidak ada desiran

f. System persarafan
o Tingkat kesadaran : Compos mentis
o Perilaku : Cukup

g. System musculoskeletal
o Ekstremitas Atas
o Ekstermitas bawah















5. ANALISA DATA
a. Penyimpangan KDM




































6. DIAGNOSA KEPERAWATAN
A. RESIKO TINGGI TERHADAP PERUBAHAN NUTRISI KURANG DARI KEBUTUHAN TUBUH (IMBALANCED NUTRITION : LESS THAN BODY REQUIREMENTS)
1. NANDA (KETIDAKSEIMBANGAN NUTRISI : KURANG DARI KEBUTUHAN TUBUH)
Pengertian : Intake nutrisi tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan metabolik

Batasan karakteristik :
• Melaporkan intake makanan kurang dari kebutuhan yang dianjurkan
• Konjungtiva dan membrane mukus pucat
• Lemah otot untuk mengunyah atau menelan
• Tidak mampu mengunyah makanan
• Enggan makan
• Tonus otot buruk kram abdominal pembuluh kapiler rapuh.

2. NOC : Nutritional Status (1004)
Nutritional Status: Masukan makanan dan cairan (1008)

Nutritional Status (1004)
Domain: Physiological health (II)
Class : Nutrition (K)
Scale : Extremely Compromised to Not compromised (a)

100401 Intake nutrisi
100402 Intake makanan dan cairan
100403 Energy
100404 Body mass
100405 Berat badan

Nutritional Status: Masukan makanan dan cairan (1008)
Domain: Physiological health (II)
Class : Nutrition (K)
Scale : Not adequate to totally adequate (f)

100801 Pemasukan makanan lewat mulut
100802 Pemasukan makanan lewat tube (misalnya;
NGT)
100803 Pemasukan cairan lewat mulut
100804 Pemasukan ciran
100805 Pemasukan Nutrisi Prenteral Total.


3. NIC : NUTRITION MANAGEMENT (1100)
1. Menentukan jumlah kalori yang diperlukan ( kolaborasi dengan ahli diet)
2. Mendorong adanya pemasukkan kalori sesuai dengan kebutuhan
3. Mendorong peningkatan zat besi sesuai kebutuhan
4. Memberikan makanan ringan ,sesuai kebutuhan
5. Menyediakan pilihan makanan
6. Menyediakan makanan bagi klien yang mengandung tinggi kalori dan tinggi protein serta minuman yang dapat langsug diminum oleh klien
7. Mengontrol berat badan klien pada interval yang tepat.
8. Memastikan bahwa diet klien mengandung serat yang tinggi untuk mencegah konstipasi.
9. Menyediakan informasi sesuai kebutuhan tentang kebutuhan nutrisi dan cara untuk mendapatkannya.
WEIGHT GAIN ASSISTANCE (1240)
1. Memantau adanya rasa mual dan adanya muntah
2. Membicarakan kemungkinan penyebab dari berat badan dibarah normal
3. Menentukan penyebab mual dan atau muntah dan perawatannya.
4. Memantau konsumsi kalori tiap hari.
5. Memantau tingkat albumin,limfosit,dan elektrolit


B. POLA NAPAS TIDAK EFEKTIF (INEFFECTIVE BREATHING PATTERN)
1. NANDA (POLA NAFAS TIDAK EFEKTIF)
Pengertian : ventilasi atau eprtukaran udara inspirasi dan atau ekspirasi tidak adekuat.

Batasan karakteristik :
• Penurunan tekanan inspirasi/ekspirasi
• Penurunan ventilasi permenit
• Penggunaan otot nafas tambahan untuk bernafas
• Dispnea
• Nafas pendek
• Ekspirasi memanjang
• Penurunan kapasitas vital

2. NOC : Respiratory Status : Airway Pattency (0410)
Domain : Physiologic health (II)
Class : Cardiopulmonary (E)
Scale : Extremely compromised to not
compromised (a)

041001 Tidak ada demam
041002 Tidak ada kecemasan
041003 Tidak ada rasa tercekik
041004 Kecepatan pernapasan dalam batas normal
041005 Irama pernapasan dalam batas normal
041006 Mengeluarkan sputum keluar dari jalan napas
041007 Bebas dari kelainan bunyi suara.

3. Respiratory status : Ventilation
4. Vital sign status.

5. NIC : Airway Management (3140)
• Membuka jalan napas
• Mengatur posisi pasien untuk memaksimalkan potensial ventilasi
• Menentukan kebutuhan aktual / potensial klien
• Melakukan therapy dada
• Mengeluarkan lendir dengan cara dibatukkan atau dengan pengisapan
• Mengintruksikan bagaimana melakukan batuk efektif
• Mengkaji bunyi nafas
• Administrasikan pemberian obat bronchodilator








C. GANGGUAN PERSEPSI SENSORI (DISTURBED SENSORY PERCEPTION (SPECIFY ;VISUAL, AUDITORY, KINESTHETIC, GUSTATORY, TACTILE, OLFACTORY)).
1. NANDA (GANGGUAN SENSORI PERSEPSI (SPESIFIK : VISUAL, AUDITORI, KINESTETIK, PENGECAPAN, TAKTIL, PENCIUMAN)).
Pengertian : perubahan dalam jumlah dan pola dari stimulus yang diterima disertai dengan penurunan berlebih distorsi atau kerusakan respon beberapa stimulus.

Batasan karakteristik :
• Konsentrasi buruk
• Distorsi pendengaran
• Perubahan respon terhadap stimulus
• Gelisah disorientasi waktu, tempat dan orang
• Perubahan pola perilaku
• Perubahan pola komunikasi
• Halusinasi
• Distorsi visual

2. NOC : Neurological STATUS (0909)
Domain : Physiological health (II)
Class : Neurocognitive (J)
Scale : Extremely Compromised to not
Compromised (a)

0901 Fungsi saraf : Kesadaran
0902 Fungsi saraf : Control saraf pusat
0906 Tekanan intracranial
0907 Komunikasi
0908 Ukuran pupil
0910 Pola gerakan mata
0911 Pola tidur

3. NIC : COGNITIVE STIMULATION (4720)
• Memberitahukan kepada keluarga pasien mengenai batas garis luka.
• Perubahan yang berangsur hilang
• Orientasi waktu, tempat dan orang
• Berbicara dengan pasien
• Menggunakan tv, radio atau musik sebagai program stimulasi kepada pasien
• Menggunakan sentuhan terapi kepada pasien
• Membolehkan untuk tidur secara bertahap

BAB III
PEMBAHASAN

Tumor otak menyusun sekitar 9% dari seluruh tumor-tumor primer pada manusia, dan merupakan penyebab kematian pada 2% dari semua kematian akibat keganasan. Insidensinya rata-rata 8-10 / 100.000 penduduk setiap tahun, tetapi pada anak dibawah 2 tahun insidensinya naik dua kali lipat menjadi 21/ 100.000, dan pada umur belasan tahun turun menjadi 1/ 100.000, yang selanjutnya akan meningkat lagi menjadi sekitar 16/ 100.000 pada umur 40 tahun atau lebih.
Tumor-tumor neuroepithelial merupakan bagian terbesar (52%) dari tumor intrakranial, dan terdiri atas astrositoma/glioma (45-48%), ependimoma (3%), oligodendroglioma (2%), dan primitive neuro-ectodermal tumor (PNET). Tumor lainnya yaitu meningioma 15%, neurinoma akustikus (8%), adenoma hipofisis (8%), dan tumor metastasis (15-20%). Asal metastasis ke otak yang tersering adalah karsinoma paru pada pria dan karsinoma mammae pada wanita, serta melanoma malignum (60% tumor ini akan bermetastasis ke otak). Pada kasus metastasis ke otak, 15% tak pernah diketahui tumor primernya. Tumor astrositik pada dewasa umumnya ganas dan berlokasi di kompartemen supratentorium, sedangkan pada anak-anak umumnya jinak dan berlokasi di kompartemen infratentorium.
Secara umum, tumor-tumor intrakranial ini dapat dikelompokkan sebagai tumor intrinsik atau intraaksial (berasal dari parenkim otak sendiri), dan tumor ekstrinsik atau ekstraaksial (berasal dari luar jaringan otak). Tumor intrinsik, seperti astrositoma, pada umumnya memiliki sifat biologik yang ganas/ maligna kecuali hemangioblastoma. Mereka tumbuh secara infiltratif pada jaringan parensim normal di sekitarnya tanpa ada batas yang tegas. Dengan kata lain, tumor intrinsik adalah parenkim otak yang berubah menjadi jaringan neoplastik. Sedangkan tumor ekstrinsik, seperti meningioma dan neurinoma/ schwanoma, pada umumnya memiliki sifat biologik yang jinak/ benigna, tumbuh mendesak / ekspansif pada jaringan sekitarnya, dan memiliki batas berupa psedokapsul dari membran araknoid.
Proses desak ruang intracranial (SOL = Space Occupying Lesion) yang ukurannya terus bertambah akan menyebabkan kenaikan tekanan intrakranial (TIK) dengan manifestasi klinis berupa nyeri kepala yang progresif, muntah, dan edema papil saraf optik. Peningkatan TIK ini, selain oleh massa tumor dan edema perifokal di sekitarnya, juga disebabkan oleh hambatan aliran darah balik dan/ atau aliran cairan serebrospinal (LCS). Selain itu ada pula tanda dan gejala fokal/ setempat yang disebabkan oleh terganggunya fungsi bagian otak tertentu. Gejala dan tanda fokal ini nyata pada lesi yang terletak pada daerah otak yang amat fungsional atau eloquent seperti area sensorimotor, area Broca dan Wernicke, kapsula interna, dan daerah di sekitar sella dan sekitar batang otak yang penuh dengan saraf-saraf kranialis. Sebaliknya, gejala dan tanda ini menjadi kabur bila lesi terletak pada daerah yang silent seperti lobus frontalis sebelah depan dan lobus temporalis sisi non-dominan.
Neuroimejing berperan sebagai alat yang secara definitif bisa memastikan adanya massa intrakranial, lokasinya, serta efek massa/ pendesakan pada struktur normal otak seperti penyempitan ventrikel dan sisterna, pergeseran garis tengah, dan tanda-tanda obstruksi aliran LCS berupa pelebaran ventrikel di proksimal lesi. Berdasarkan atas lokasi dan pengaruhnya pada struktur otak sekitarnya, serta perubahan tampilan suatu lesi setelah pemberian zat kontras, neuroimejing moderen seperti Computerized Tomography (CT) dam Magnetic Resonance Imaging (MRI) diharapkan dapat memastikan tumor tersebut sebagai lesi intrinsik/ intraaksial atau lesi ekstrinsik/ ekstraaksial dan memperkirakan kemungkinan patologi/ histologinya.
Selain informasi radiologik dan perjalanan klinis penyakit seperti tersebut di atas, penentuan diagnosa atau diagnosa banding juga harus dilandasi oleh pengetahuan tentang distribusi suatu tumor menurut kelompok umur dan lokasi spesifik untuk tumor-tumor tertentu dalam rongga intrakranial.



BAB IV
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Jaringan otak, darah beserta pembuluh darah dan cairan serebrospinalis merupakan faktor yang penting dalam menentukan tekanan intrakranial. Ketiga faktor ini selalu berada dalam keadaan yang seimbang. Bila otak, darah dan cairan serebrospinalis volumenya terus meningkat, maka mekanisme penyesuaian akan gagal dan terjadilah tekanan tinggi intrakranial.
Dengan melihat gambaran yang khas pada foto polos kepala baik untuk anak-anak dan dewasa, dapat membantu untuk menentukan ada tidaknya suatu tekanan tinggi intrakranial.

B. SARAN
Makin cepat tanda-tanda tekanan tinggi intrakranial diketahui makin cepat pula penanganan dilakukan, dengan demikian akan membantu meringankan keluhan penderita. Dengan dikemukakannya berbagai gejala tumor otak diharapkan setidak-tidaknya kita menjadi lebih waspada akan kemungkinan adanya tumor di dalam otak. Untuk konfirmasi diagnostik lebih lanjut tentu dibutuhkan berbagai alat bantu diagnostik seperti EEG, CT Sean atau MRI.
Masih banyak gejala klinis tumor otak lain yang sangat komplek, yang secara keseluruhan belum mungkin untuk dibicarakan satu persatu dalam kesempatan ini. Beberapa bagian lokasi otak di mana tumor otak bisa bersarang belum dibicarakan gejala-gejalanya. Untuk lebih memperdalam gejala-gejala tumor otak yang kompleks tersebut, dianjurkan untuk menelaah kembali sumber-sumber kepustakaan yang ada.

DAFTAR PUSTAKA

www.google.com
Dikutip dari Http://id.wikipedia.org/wiki/tumor
Dikutip dari Http://id.wikipedia.org/wiki/cedera
http://rtjeleni.blogspot.com/2010/02/askep-tumor-intrakranial.html

Monday, 7 February 2011

RESPIRATORY TRACT


MAKALAH
KEPERAATAN RESPIRASI 1
TENTANG
RESPIRATORY TRACK

DI SUSUN OLEH KELOMPOK 1
·         AHMAD TURMUZI
·         AHMAD
·         DESI MARNI
·         H A R W A N
·         IDA NOVIA HN.
·         M. SILATURROHMI SYAWAL
·         NI LUH DHARANINDRA AGUSTIN
·         ROSYANTI
·         SRI KHAIRIYAH
·         ZULFATIN NASRI

SEKOLAH TINGGI KESEHATAN (STIKES)
MATARAM
2010



KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan yang maha Esa , yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga makalah ini dapat terselesaikan. Dalam makalah ini kami membahas materi “Respiratory tract”  pada mata kuliah Keperawatan respirasi 1
Kami menyadari bahwa makalah yang kami buat ini tidak sempurna, untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran dari dosen yang bersangkutan untuk memberikan masukkan.
Kami ucapkan terima kasih, semoga makalah ini dapat diterima dan bermanfaat bagi pembacanya yaitu dosen pada khususnya dan mahasiswa/mahasiswi pada umumnya.



                                                                     Mataram,  1 APRIL 2010
                                                                                    
                                                                                                Penulis
















































































Pernapasan adalah proses inspirasi udara ke dalam paru-paru dan ekspirasi udara dari paru-paru ke lingkungan luar tubuh
Bernapas adalah menghirup oksigen dan melepaskan karbondioksida
Saluran Pernapasan
Hidung
Pharynx
Larynx
Trakea ( batang tenggorokan )
Bronkus
Alveolus
Hidung
. Di dalam rongga hidung terdapat rambut dan selaput lendir. Rambut dan selaput lendir berguna untuk menyaring udara, mengatur suhu udara yang masuk agar sesuai dengan suhu tubuh, dan mengatur kelembapan udara.
Pharynx ( tekak )
Terletak di belakang larynx (laryngopharyngeal).
Rongga pharynx di bagi dalam 3 bagian :
bagian sebelah atas yang sama tingginya dengan koana yang di sebut nasofaring
bagian tengah yang sama tingginya dengan istmus fausium yang disebut orofaring
bagian yang paling bawah di namakan laringofaring
Pangkal Tenggorokan ( Larynx )
Setelah melewati hidung, udara masuk ke pangkal tenggorokan (laring) melalui faring.
Pangkal tenggorokan (laring) terdiri atas keeping tulang rawan yang membentuk jakun. Jakun tersusun atas tulang lidah, katup tulang rawan, perisai tulang rawan, piala tulang rawan , gelang tulang rawan.
Lanjutan …
Pada pangkal tenggorokan terdapat selaput suara. Selaput suara akan bergetar bila terhembus udara dari paru-paru.
fungsi laring sebagai saluran udara dan bertindak sebagai pembentuk suara ( terdapat pita suara )
Batang Tenggorokan
Batang tenggorokan terletak di daerah leher, di depan kerongkongan. Batang tenggorokan merupakan pipa yang terdiri dari gelang-gelang tulang rawan. Panjang batang tenggorokan sekitar 10 cm.
fungsi trakea yaitu mengeluarkan benda-benda asing ( debu,butiran-butiran halus lainya ) yang masuk bersama udara.
Bronkus
Batang tenggorokan bercabang menjadi dua bronkus, yaitu bronkus sebelah kiri dan sebelah kanan. Kedua bronkus menuju ke paru-paru. Di dalam paru-paru, bronkus bercabang menjadi bronkiolus.
Alveolus
Alveolus yaitu tempat pertukaran gas asinus terdiri dari bronchiolus dan respiratorius yang terkadang memiliki kantong udara kecil atau alveoli pada dindingnya.
VASKULARISASI
Sirkulasi pulmonary berasal dari ventrikel kanan yang tebal dindingnya sepertiga dari tebal ventrikel kiri. Perbedaan ini menyebabkan kekuatan kontraksi dan tekanan yang ditimbulkan jauh disbanding dengan tekanan yang ditimbulkan oleh kontraksi ventrikel kiri.
Lanjutan….
Selain aliran melalui arteri pulmonal ad darah yang langsung mengalir ke paru dan aorta melalui arteri bronkialis. Darah ini adalah darah kaya oksigen disbanding dengan darah pulmonal yang relative kekurangan oksigen.
Lanjutan….
Arteri pulmonaris membawa darah yang sedikit mengandung oksigen dari ventrikel kanan ke paru-paru. Cabang-cabangnya menyentuh saluran bronchial, sampai ke alveoli.
PERSYARAFAN RESPIRATORY TRACT
Pernapasan dikndalikan oleh se-sel syaraf dalam susunan retikularis dibatang otak, terutama pada medulla.
jadi pusat pernapasan adalah suatu pusat otomatik di dalam medulla oblongata yang mengeluarkan impuls eferen ke otot pernapasan impuls eferen yang dirangsang oleh pemekaran gelembung udara, yang diantarkan oleh syaraf ke pusat pernapasan di dalam medulla.
SISTEM LIMFATIK
Sistem limfatik adalah suatu system sirkulasi yang berfungsi mengalirkan limfa atau getah bening di dalam tubuh.
Limfa berasal dari plasma darah yang keluar dari system kardiovaskuler ke dalam jaringan sekitarnya.
Sistim limfatik adalah bagian dari sistim kekebalan tubuh. Ia memainkan peran kunci dalam pertahanan tubuh melawan infeksi dan sejumlah penyakit lainnya.
Lanjutan….
Sistim limfatik meliputi : Pembuluh limfatik (sering disebut secara sederhana ‘limfatik’), kelenjar getah bening (sering disebut ‘kelenjar limfe ’) dan Organ seperti limpa dan timus.
Fisiologi dan peran sistim limfatik
Suatu cairan yang disebut getah bening bersirkulasi melalui pembuluh limfatik, dan membawa limfosit (sel darah putih) mengelilingi tubuh.
Kelenjar getah bening berisi sejumlah besar limfosit dan bertindak seperti penyaring, menangkap organisme yang menyebabkan infeksi seperti bakteri dan virus.
Misalnya saja…
jika seseorang dengan sakit leher mengalami ‘pembengkakan kelenjar’ di leher, Cairan limfatik dari tenggorokan mengalir ke dalam kelenjar getah bening di leher, dimana organisme penyebab infeksi dapat dihancurkan dan dicegah penyebarannya ke bagian tubuh lainnya.
Thank’s For Attention!!
??????

OKSIGENASI

BAB I
PENDAHULUAN


A. LATAR BELAKANG
Oksigen dibutuhkan orang untuk mempertahankan hidupnya . perawat sering sekali menemukan klien yang tidak mampu memenuhi kebutuhan oksigennya. Dalam hal ini di butuhkan fungsi system pernafasan dan jantung yang berfungsi sebagai penyuplai kebutuhan oksigen tubuh.
Fisiologi jantung mencakup pengaliran darah yang membawa oksigen dan sirkulasi paru ke sisi kiri jantung dan jaringan serta mengalirkan darah yang tidak mengandung oksigen ke system pulmonar. Fisiologi pernafasan meliputi oksigenasi tubuh melalui mekanisme ventilasi , perfusi dan transfor gas pernafasan . pengaturan syaraf dan kimiawi mengontrol fluktuasi dalam frekwensi dan kedalaman pernafasan untuk memenuhi perubahan kebutuhan oksigen jaringan.

B. TUJUAN
Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas kelompok yang di berikan oleh dosen mata kuliah IKD IV dan untuk menambah wawasan kami tentang apa yang akan di bahas dalam makalah ini

C. PERMASALAHAN

1. Apa itu oksigen dan oksigenasi
2. Memaparkan Fisiologi pernafasan
3. Apa yang mempengaruhi oksigenasi
4. Bagaimana proses perawatan pada klien dengan masalah oksigenasi







BAB II
PEMBAHASAN


A. PENGERTIAN OKSIGEN DAN OKSIGENASI
Oksigen (O2) adalah satu komponen gas dan unsur vital dalam proses metabolisme untuk mempertahankan kelangsungan hidup seluruh sel-sel tubuh. Sedangkan Oksigenasi adalah peroses mempertahankan hidup menghirup oksigen dan mengeluarkan hasil oksidasinya dalam bentuk karbon dioksida.

B. FISIOLOGI PERNAFASAN
Sebagian besar sel dalam tubuh memperoleh energy dari reaksi kimia yang melibatkan oksigen dan pembuangan karbondioksida. Pertukaran gas pernafasan terjadi antara udara di lingkungan dan darah. Pernafasan dapat berubah karena kondisi atau penyakit yang mengubah struktur dan fungsi paru . Menurut McCance Huether ( 1994 ) terdapat tiga langkah dalam proses oksigenasi yaitu
a. Ventilasi
Ventilasi adalah proses untuk menggerakkan gas ke dalam dan keluar paru – paru . ventilasi membutuhkan kondisi otot paru dan thoraks yang elastic dan pernafasan yang utuh.
b. Perfusi
Fungsi utama sirkulasi paru adalah mengalirkan darah ke dan dari membrane kaviler alveoli sehingga dapat berlangsung pertukran gas
c. Difusi
Merupakan gerakan molekul dari suatu daerah dengan konsentrasi yang lebih tinggi ke daerah berkonsentrasi rendah.
Agar pertukaran gas dapat terjadi organ , saraf , dan otot pernafasan harus uuh dan dan system saraf pusat mampu mengatur siklus pernafasan.






C. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI OKSIGENASI

Keadekuatan sirkulasi , ventilasi , perfusi dan transport gas gas ke jaringan dipengaruhi oleh empat faktor yaitu
1. Fisiologis
2. Perkembangan
3. Prilaku
4. Lingkungan

1. Faktor Fisiologis
Setiap kondisi yang mempengaruhi kardiopulmonar secaralangsung akan mempengaruhi kemampuan tubuh untuk memenuhi kebutuhan oksigen. gangguan pernafasan meliputi Hyperventilasi , hivoventilasi , dan hipoksia.
Proses psiologis lain yang mempengaruhi proses oksigenasi pada klien termasuk perubahan yang mempengaruhi kapasitas darah untuk membewa oksigen seperti anemia , peningkatan kebutuhan metabolism seperti kehamilan atau demam dan infeksi , dan perubahan yang mempengaruhi gerakan dinding dada atau system saraf pusat.

2. Faktor Perkembangan
Tahap perkembangan klien dan proses penuaan mempengaruhi proses oksigenasi jaringan
a. Bayi prematur
Bayi premature beresiko terkena penyakitmembran hialin yang juga disebabkan oleh defisiasi surfaktan. Kemampuan paru untuk mensintesis surfaktan berkembang lambat pada masa kehamilan , yakni pada sekitar bulan ke tujuh oleh karena itu bayi premature tidak memiliki surfaktan.
b. Bayi dan toodler
Adanya resiko infeksi saluran pernafasan atas sebagai hasil pemaparan yang sering pada anak anak lain dan pemaparan asap dari rokok yang dihisap orang lain.
c. Anak usia sekolah dan remaja
Mengalami resiko saluran pernafasan seperti karena menghisap asap rokok dan merokok
d. Dewasa muda dan pertenggahan
diet yang tidak sehat, kurang aktivitas, stress yang mengakibatkan penyakit jantung dan paru-paru
e. Dewasa tua
Disebabkan karena adanya proses penuaan yang mengakibatkan kemungkinan arteriosklerosis, elastisitas menurun, ekspansi paru menurun.

3. Faktor Prilaku
prilaku maupun gaya hidup baik secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi kebutuhan tubuh dalam memenuhi kebutuhan oksigen. Faktor factor gaya hidup yang mempengaruhi oksigenasi adalah sbb :
a) Nutrisi
misalnya pada obesitas mengakibatkan penurunan ekspansi paru, gizi yang buruk menjadi anemia sehingga daya ikat oksigen berkurang, diet yang terlalu tinggi lemak menimbulkan arteriosklerosis.
b) Latihan Fisik
Latihan fisik meningkatkan aktivitas metabolism tubuh dan kebutuhan oksigen prekwensi dan kedalaman pernafasan meningkat..
c) Merokok
Pada rokok terdapat zat yang bernama nikotin, nikotin menyebabkan vasokonstriksi pembuluh darah perifer dan koroner.
d) Substance abuse (alkohol dan obat-obatan) : menyebabkan intake nutrisi (Fe) menurun mengakibatkan penurunan hemoglobin, alkohol menyebabkan depesi pusat pernafasan
e) Kecemasan : menyebabkan metabolisme meningkat

Faktor Lingkungan
Lingkungan juga mempengaruhi oksigenasi. Insiden penyakit paru lebih tinggi di daerah yang berkabut dan perkotaan daripada di daerah pedesaan. Selain itu Seperti Tempat kerja juga dapat mempengaruhi oksigenasi .
Tempat kerja dapat meningkatkan resiko terkena penyakit paru . polutan ditempat kerja seperti asbestos , bedak talk , debu dan serabut yang di bawa udara


D. OKSIGENASI TIDAK ADEKUAT
A. Perubahan fungsi jantung
Perubahan-perubahan fungsi jantung disebabkan oleh penyakit dan kondisi yang mempengaruhi irama jantung . ada beberapa gangguan yang menyebabkan perubahan fungsi jantung adalah sebagai berikut:
1. Gangguan Konduksi Gangguan konduksi (hantaran) seperti distritmia (takikardia/bradikardia)
2. Perubahan Cardiac Output (Curah Jantung) Menurunnya cardiac output seperti pada pasien dekom menimbulkan hipoksia Jaringan.
3. Kerusakan fungsi katub seperti pada stenosis, obstruksi, regurgitasi darah yangmengakibatkan vetrikel bekerja lebih keras.
4. Myocardial iskhemial infrark mengakibatkan kekurangan pasokan darah dariarteri koroner ke miokardium.

B. Perubahan fungsi pernafasan
1. Hiperventilasi
Merupakan upaya tubuh dalam meningkatkan jumlah Oksigen dalam paru-paru agar pernafasan lebih cepat dan dalam.
Hiperventilasi dapat disebabkan karena :
a. Kecemasan
b. Infeksi / sepsis
c. Keracunan obat-obatan
d. Kertidakseimbangan asam basa seperti pada asidosis metabolic
Tanda-tanda dan gejala hiperventilasi adalah takikardia, napas pendek, nyeri dada (chest pain), menurunnya konsentrasi, disorientasi, tinnitus.
2. Hipoventilasi
Hipoventilasi terjadi ketika ventilasi alveolar tidak adekuat untuk memenuhi penggunaan O2 tubuh atau untuk mengeluarkan CO2 dengan cukup, biasanya terjadi pada keadaan atelektasis (kolaps paru). Tanda-tanda dan gejala pada keadaan hipoventilasi adalah nyeri kepala, penurunan kesadaran, disorientasi, kardiakdistritma, ketidakseimbangan elektrolit, kejang, dan kardiak arrest.
3. Hipoksia
Tidak adekuatnya pemenuhan O2 seluler akibat dari defisiensi O2 yang diinspirasi atau meningkatnya penggunaan O2 pada tingkat seluler. Hipoksia dapat disebabkan oleh :
a. Menurunya hemoglobin
b. Berkurangnya konsentrasi O2 jika berada di puncak gunung
c. Ketidakmampuan jaringan mengikat O2 seperti keracunan sianida
d. Menurunnya difusi O2 dari alveoli ke dalam darah seperti pada pneumonia
e. Menurunnya perfusi jaringan seperti syok
f. Kerusakan / gangguan ventilasi
Tanda-tanda hipoksia antara lain : kelelehan, kecemasan, menurunnya kemampuan konsentrasi, nadi meningkat, pernafasan cepat dan dalam, sianosis dan clubbing.
















E. PROSES KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN MASALAH OKSIGENASI

A. Pengkajian Keperawatan
Pengkajian di lakukan harus mencakup data yang dikumpulkan dari sumber berikut.
1. Riwayat keperawatan fungsi kardiopulmonal normal klien dan fungsi kardiopulmonal saat ini . kerusakan fungsi sirkulasi dan fungsi pernafasan pada masa yang lalu , serta tindakan klien yang digunakan untuk mengoptimalkan oksigenasi.
2. Pemeriksaan fisik kardiopulmonal klien termasuk inspeksi , palpasi , perkusi dan auskultasi.
3. Peninjauan kembali hasil pemerisaan laboratorium dan hasil pemeriksaan diagnosik .


B. Diagnosa Keperawatan
Klien yang mengalami perubahan tingkat oksigenasi dapat memiliki diagnose keperawatan yang awalnya dari kardiovaskular atau pulmoner. Setiap diagnose keperawatan harus didasarkan pada karakteristik dan melibatkan etiologi terkait . label diagnosik livaldasi dengan menggunakan batasan karakteristik atau tanda dan gejala.


C. Perencanaan keperawatan (intervensi)
Klien yang mengalami kerusakan oksigenasi membutuhkan rencana asuhan keperawatan yang ditunjukkan untuk memenuhi kebutuhan oksigenasi actual dan potencial klien. Sasaran individual berasal dari kebutuhan berpusat pada klien . perawat mengidentifikasikan hasil akhir khusus asuhan keperawatan yang diberikan . sasaran tersebut meliputi satu atau lebih sasaran yang berpusat pada klien brikut ini.
1. Klien dapat mempertahankan kepatenan jalan nafas
2. Klien mempertahankan dan meningkatkan ekspansi paru
3. Klien mengeluarkan sekresi paru
4. Klien mencapai peningkatan toleransi aktivitas
5. Oksigenasi jaringan dipertahankan atau ditingkatkan
6. Fungsi kardiopulmonar klien diperbaiki dan dipertahankan.

D. Pelaksanaan keperawatan (implementasi)
Intervensi keperawatan untuk meningkatkan dan mempertahankan oksigenasi tercakup dalam domain keperawatan . pemberian dan pemantauan intervensi dan program terapeutik . hal ini meliputi tindakan keperawatan mandiri seperti prilaku peningkatan kesehatan dan upaya pencegahan , pengaturan posisi , tehnik batuk dan intervensi mandiri atau tidak mandiri seperti terapi oksigen. Teknik inflasi paru , hidrasi, fisioterafi dada , dan obat obatan.

E. Evaluasi
Intervensi dan terapi perawatan dievaluasi dengan membandingkan kemajuan pencapaian klien terhadap tujuan intervensi dan hasil akhir yang diharapkan dari rencana ASKEP setiap tujuan dan kategori intervensi memiliki criteria evaluasi.
Apabila tindakan keperawatan yang dilakukan untuk meningkatkan oksigenasi tidak berhasil , maka perawat harus segera memodifikasi rencana asuhan keperawatan intervensi yang baru kemudian dikembangkan . perawat tidak perlu ragu untuk memberitau dokter tentang status klien yang buruk . pemberitauan yang cepat dapat menghindari situasi darurat bahkan menghindari perlunya resusitasi jantung paru.













BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Sebagian besar sel dalam tubuh memperoleh energy dari reaksi kimia yang melibatkan oksigen dan pembuangan karbondioksida. Pertukaran gas pernafasan terjadi antara udara di lingkungan dan darah. Pernafasan dapat berubah karena kondisi atau penyakit yang mengubah struktur dan fungsi paru
Menurut McCance Huether ( 1994 ) terdapat tiga langkah dalam proses oksigenasi yaitu :
a. Ventilasi
b. Perfusi
c. Difusi
Keadekuatan sirkulasi , ventilasi , perfusi dan transport gas gas ke jaringan dipengaruhi oleh empat faktor yaitu
5. Fisiologis
6. Perkembangan
7. Prilaku
8. Lingkungan

Perubahan-perubahan fungsi jantung disebabkan oleh penyakit dan kondisi yang mempengaruhi irama jantung











DAFTAR PUSTAKA

Fotter & ferry Fundamental keperawatan edisi 4. vol 2 : Jakarta 2006
 
TOP